Masih Perawan, Air Terjun Lampas Pasan Harus Digarap

oleh -12 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (28/02/2017)

Surga tersembunyi kembali ditemukan di Kabupaten Sumbawa. Adalah air terjun Lampas Pasan yang terletak di hutan belantara Desa Mamak, Kecamatan Lopok. Untuk mencapai lokasi air terjun yang menakjubkan dengan air yang jernih dan sejuk ini, menempuh perjalanan sejauh 5 kilometer menuju Bendungan Mamak. Dari bendungan tersebut menggunakan perahu nelayan menuju daerah hulu bendungan membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Dalam perjalanan, para pelancong sudah disuguhkan dengan suasana alam yang luar biasa. Di antaranya jenis tumbuhan dengan vegetasi yang masih lebat, dan beragam satwa seperti burung Kutilang, Rajawali dan Bangau. Selain itu tampak aktivitas para nelayan. Saat merapat di hulu, perjalanan masih berlanjut, menyusuri jalan setapak melewati hutan lebat yang masih perawan. Biasanya jalan tersebut kerap dilalui masyarakat yang biasa mencari madu hutan dan berburu rusa yang biasa disebut “Ngayang”—salah satu tradisi masyarakat Sumbawa. Bagi yang gemar berpetualang, lokasi ini sangat pas karena di tengah hutan ini banyak dijumpai jalur-jalur sungai kecil membelah hutan dengan suara gemericik air. Rasa lelah setelah berjalan selama 1,5 jam ini seketika hilang. Tampak di depan pemandangan menakjubkan, Air Terjun Lampas Pasan. Air terjun itu memiliki ketinggian sekitar 40 meter dikelilingi tebing yang kokoh dan di bawahnya terdapat kolam alami yang cukup luas untuk berenang. Air Terjun Lampas Pasan mengalir sepanjang tahun dengan debit air yang cukup besar.

amdal

Sekcam Lopok, Rahmat Hidayat S.Pi MT yang ditemui SAMAWAREA, Senin (27/2) kemarin, mengaku jika keberadaan Air Terjun Lampas Pasan ini belum banyak diketahui dan dikunjungi masyarakat, mengingat jaraknya cukup jauh dan berada di hutan belantara. Selama ini hanya mendengar cerita dari para pencari madu dan pemburu. Karena itu lokasinya masih alami. Tentunya keberadaan potensi wisata ini harus dipromosikan agar dapat diketahui masyarakat luas. Selain itu ungkap Dayat—sapaan Sekcam ramah ini, air terjun tersebut akan diupayakan menjadi salah satu destinasi wisata alam Sumbawa yang digarap atau dikelola secara maksimal. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang mengetahui akan berpengaruh pada tingkat kunjungan sehingga berdampak pada kegiatan ekonomi masyarakat khususnya di Desa Mama Kecamatan Lopok. “Ini perlu dukungan semua pihak terutama pemangku kepentingan,” pintanya. (JEN/SR)

iklan bapenda
Baca Juga  Blok B dan C Pasar Seketeng Tuntas dan Megah, April 2020 Lanjut Blok A