Kejaksaan Bakal Tetapkan Tersangka ADD Pamanto Empang

oleh -0 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (27/02/2017)

Jika kasus PNPM Badas ditingkatkan dari puldata ke penyelidikan (lidik), kasus dugaan penyimpangan Alokasi Dana Desa (ADD) Desa Pamanto Kecamatan Empang dinaikkan ke tahap penyidikan (dik). Artinya tidak lama lagi Kejaksaan Negeri Sumbawa akan menetapkan tersangkanya. “Sudah ada calon tersangka, tinggal penetapannya saja setelah pemeriksaan sejumlah saksi,” ungkap Kajari Sumbawa, Paryono SH MH yang ditemui SAMAWAREA usai ekspos kasus di ruang kerjanya, Senin (27/2).

amdal

Menurut Kajari yang didampingi Kasi Intel Erwin Indrapraja dan Kasi Pidsus Anak Agung Raka, perbuatan melawan hukum (PMH) dan kerugian negaranya sudah jelas. Hanya membutuhkan perhitungan (audit) dari lembaga berwenang dalam hal ini BPKP. Indikasi pidana ini terungkap karena ada beberapa item program yang diduga fiktif. Selain itu pelaksanaan proyek fisiknya diduga tidak sesuai spesifikasi.

Untuk diketahui beber Kajari, Desa Pamanto mendapatkan ADD sebesar Rp 800 juta pada Tahun 2015 lalu dan kembali menerima ADD Rp 1,4 miliar pada Tahun 2016. Ada beberapa program yang menggunakan dana itu tidak dilaksanakan, namun secara administrasi dilaporkan seolah-olah program itu dikerjakan. Seperti proyek pengadaan barang dan pembangunan drainase. Setelah ditotal timnya, diduga kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 800 juta. Kerugian negara ini bisa saja bertambah mengingat tim masih mendalami hasil pengerjaan fisik apakah tidak atau sesuai spesifikasi tekhnis. “Kalau tidak sesuai spesifikasi, kerugian negaranya bisa bertambah,” ujarnya.

Baca Juga  Cegah Perampok, Pengamanan di Lunyuk Diperketat

Terkait dugaan ini, Kajari mengaku sudah mengidentifikasi calon tersangka yang merupakan oknum aparat desa. Pihaknya juga tengah mendalami adanya keterlibatan pihak BPMPD dalam kasus ini. (JEN/SR)

iklan bapenda