Bupati Optimis Pencapaian Akta Kelahiran Sumbawa di Atas Nasional

oleh -0 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (28/02/2017)

Bupati Sumbawa HM. Husni Djibril B.Sc, optimis pencapaian pembuatan akta kelahiran anak di Sumbawa bisa melebihi pencapaian rata-rata nasional sebesar 80 persen. Optimisme ini didasari oleh fakta pencapaian di Desa Motong Kecamatan Utan yang telah mencapai 90 persen. Hal itu dikemukakn Bupati Husni pada kegiatan Pelayanan Terpadu Itsbat Nikah, Pencatatan Nikah, dan Pencatatan Kelahiran di Kantor Camat Utan, Senin (27/2) pagi.

Menurut Bupati, pembuatan akta kelahiran bagi anak memiliki arti penting dan mendasar. Sebab tanpa adanya akta kelahiran, hak-hak kewarganegaraan seorang anak akan terabaikan. Termasuk hak untuk memperoleh pelayanan dasar pendidikan, kesehatan dan lainnya. Bupati mencontohkan, ketika dirinya melakukan pengobatan di Singapura, pihak rumah sakit tetap meminta akta kelahiran sebagai referensi untuk melakukan tindakan medis selanjutnya.

Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Scmenyaksikan langsung prosesi isbath nikah di Kecamatan Utan
Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Scmenyaksikan langsung prosesi isbath nikah di Kecamatan Utan

Karenanya Bupati meminta kepada semua kepala desa beserta segenap jajarannya agar proaktif melakukan advokasi kepada masyarakat untuk menguurus dokumen kependudukan. Di sisi lain Bupati juga mngingatkan bahwa akta kelahiran tidak akan mungkin diurus jika orang tuanya tidak memiliki dokumen pernikahan yang sah. Bupati memberikan apresiasi kepada jajaran Lembaga Perlindungan Anak (LPA) dan LSM KOMPAK yang telah memprakarsai kegiatan itsbat nikah untuk membantu masyarakat yang sudah menikah tetapi belum memiliki dokumen penikahan yang sah atau buku nikah.

Sebelumnya Ketua LPA Sumbawa, Muhammad Ikraman S.Pt, mengungkapkan bahwa Kabupaten Sumbawa dalam satu tahun terakhir telah mencapai kemajuan yang sangat signifikan dalam pembuatan akta kelahiran, dari 32 persen menjadi 72 prsen. Pihaknya menargetkan, semua siswa harus 100 persen memiliki akta kelahiran. Sebab tanpa akta kelahiran para siswa tidak akan bisa memperoleh nomor siswa nasional maupun pelayanan dasar lainnya. (JEN/SR)

 

iklan bapenda
Baca Juga  UTS Gelar Lokakarya Kurikulum Kampus Merdeka Fakultas Psikologi