UTS, ITS dan USAID Cari Solusi Penanganan Banjir Sumbawa

oleh -3 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (24/02/2017)

Rektor Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Andy Tirta M.Sc, mengatakan banjir bandang yang menerjang sejumlah kecamatan di Kabupaten Sumbawa, dua minggu yang yang lalu menyisakan banyak kesedihan. Hal itu disampaikannya dalam Seminar Diseminasi Hasil Riset “Sediment Transport Evaluation on Bengawan Solo River (Downstream and Estuary) to Minimize Sedimentation and Flood Combining Effect on Nearby Infrastructure”, yang diselenggarakan Program Studi Tehnik Sipil UTS bekerjasama dengan ITS Surabaya dan United State Agency Internasional Development (USAID), Jum’at (24/2).

Ia menggambarkan bencana alam seperti ini serupa dengan yang pernah terjadi di Korea 8 tahun silam. Dalam kurun waktu tersebut kata Boy—sapaan akrabnya, Korea mampu membangun Daerah Aliran Sungai (DAS) yang menjadikan bagian sisi-sisinya tempat studi, riset, bermain dan lainnya. “Hasilnya di Korea sana sudah tidak terjadi banjir lagi,” ujarnya, sembari menambahkan, dari kajian seminar ini, ia berharap apa yang dilakukan Negeri Ginseng itu dapat diimplementasikan pada DAS di Sumbawa.

UTS dan ITS 1

Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc, yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi mengingat seminar ini cukup kontekstual dalam rangka menambah wawasan mengenai pencarian solusi yang berkaitan dengan penanganan masalah sungai dan infrastruktur sumber daya air.

Seperti diketahui kata bupati, di awal tahun ini Sumbawa mendapat musibah banjir yang begitu dahsyat seperti tanah longsor, angin puting beliung dan banjir, yang melanda 14 kecamatan. Bencana yang terjadi ini, menimbulkan kerusakan yang relatif besar terutama dalam sektor perumahan dan pemukiman, infrastruktur jalan dan jembatan, infrastruktur sumber daya air yang menunjang pertanian seperti embung, saluran irigasi, cekdam, juga infrastruktur sumber daya air lainnya, seperti turap, talut, dan bronjong yang menjadi pengaman sungai.

Baca Juga  Gerakan Pramuka Upaya Pembentukan Karakter Kaum Muda

Karena itu, ia berharap melalui kajian seminar ini dapat memberikan inspirasi serta solusi yang nyata bagi permasalahan bencana yang terjadi di Sumbawa, khususnya bagi mahasiswa Teknik Sipil UTS, agar mampu memberikan dan mewujudkan solusi-solusi yang inovatif dalam menjawab tantangan pembangunan daerah Sumbawa ke depannya.

UTS dan ITS 2

Sementara itu, Dr. Ir. Ria Asih Aryani Soemitro, M.Eng, selaku pemateri dalam seminar ini menegaskan bahwa hasil riset yang telah dilakukan oleh tim, sudah berhasil diterapkan di DAS Bengawan Solo, dan sudah tidak terjadi banjir lagi. Metode seperti inilah kata dia, yang ingin diterapkan pada DAS di Sumbawa. “Semoga kerjasama antara tim kami dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, dengan tim dari Program Studi Teknik Sipil UTS Sumbawa dan Pemda Sumbawa, mampu menyelesaikan permasalahan bencana alam yang melanda Sumbawa ini,” tandasnya.

Perwakilan USAID, Ester Manurung mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kerjasama yang sangat baik antara lembaga akademik dan stakeholder yang nantinya bisa memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai dasar pengambilan keputusan dalam penanganan banjir dan lahan-lahan kritis. “Sangat baik inisiatif yang dilakukan oleh ITS dan UTS. Mereka saling exchange knowledge sharing sehingga hasil penelitian itu berguna untuk pengambilan keputusan,” ungkapnya seraya berharap aka nada tindaklanjut seperti komunikasi dan advokasi dengan pengambil keputusan (dinas terkait) terus berjalan.

Baca Juga  Minta Hujan, Pemkab Sumbawa Gelar Sholat Istisqo

Hal senada dikatakan Ketua Program Studi Fakultas Teknik Sipil  UTS, Dedy Dharmawansyah. Kerjasama dengan ITS dan USAID ini membuka peluang lebih besar dan informasi baru mengenai penelitian yang bisa dilakukan mahasiswanya di masa mendatang. (JEN/SR)

iklan bapenda