Polisi Bakal Tetapkan Tersangka Kasus Gedung Serbaguna Sengkal

oleh -4 views
Tim Tipikor Olah TKP Proyek Pembangunan Gedung Serbaguna Desa Sengkal
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (22/02/2017)

Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa bakal menetapkan tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan pembangunan Gedung Serba Guna Dusun Sengkal, Desa Batu Bangka, Kecamatan Moyo Hilir. Sebab dalam waktu dekat penanganan kasus itu akan ditingkatkan ke proses penyidikan yang diikuti dengan penetapan tersangka. Artinya saat ini, polisi telah mengantongi calon tersangka. Untuk menguatkan hal tersebut, Tim Tipikor Polres Sumbawa turun ke lapangan guna melakukan olah TKP, Rabu (22/2) kemarin. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa gedung yang dibangun melalui dana aspirasi anggota DPRD Sumbawa pada Tahun 2016, ada atau tidak.

amdal
Tim Tipikor Polres Sumbawa mengecek berkas proyek pembangunan Gedung Serbaguna Desa Sengkal yang diduga fiktif
Tim Tipikor Polres Sumbawa mengecek berkas proyek pembangunan Gedung Serbaguna Desa Sengkal yang diduga fiktif

Tim yang dipimpin langsung Kasat Reskrim, AKP Elyas Ericson SH SIK ini tidak menemukan gedung tersebut, melainkan hanya tanah lapang yang di atasnya tidak ada sepotong bangunan pun. Dari hasil pengecekan administrasi, dana pembangunan sudah cair 100 persen meski sampai sekarang belum pernah dibangun gedung serbaguna dimaksud. “Ya kami sudah turun untuk memastikan ada dan tidaknya hasil pengerjaan,” kata Ericson—sapaan Kasat Reskrim. Hasil turun lapangan tersebut ungkap mantan Kasat Reskrim Polres Bima ini, akan digelar guna menentukan langkah selanjutnya termasuk kemungkinan penetapan tersangka dan menaikan status penanganan dari penyelidikan ke penyidikan. “Kita gelar dulu baru bisa kita putuskan,” tukasnya.

Seperti diberitakan, pembangunan gedung Serbaguna Desa Sengkal ini menggunakan dana APBD yang dialokasikan melalui aspirasi salah satu anggota DPRD Sumbawa Tahun 2016. Dana tersebut dimasukkan melalui APBdes Desa Batu Bangka senilai Rp 120 juta. Namun hingga Tahun 2016 berakhir, bangunan itu tidak ada. Kepala desa yang menjabat saat itu pernah menanyakan kepada kontraktor pelaksana terkait rencana pembangunannya. Selain itu, masyarakat setempat juga menagih komitmen rekanan terhadap realisasi pembangunannya. Tapi rekanan berinisial CV R ini tak bergeming. Dari informasi yang diterima SAMAWAREA, saat dana itu cair langsung dibagi-bagi dan salah satunya masuk ke kantong oknum aparat desa. (JEN/SR)

iklan bapenda
Baca Juga  Dandim Sumbawa Minta Gubernur Evaluasi Personil KPH