Janji Bertemu, Pelajar SMP Dicabuli

oleh -0 views
Korban (baju ungu kembang) ditemani ibunya saat lapor polisi
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (22/02/2017)

Kasus pencabulan anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah hukum Polsek Plampang. Hal ini setelah EL (16) gadis remaja ditemani orang tuanya mendatangi Polsek setempat untuk mempolisikan IN—pemuda asal Kecamatan Moyo Hilir, Rabu (22/2).

amdal

Dalam laporannya, EL mengaku disetubuhi IN sebanyak dua kali dalam waktu yang berbeda. Namun kasus memalukan sekaligus memilukan tersebut terungkap baru-baru ini meski kejadiannya 31 Desember 2016 lalu. Dituturkannya, berasal ketika korban yang baru duduk di bangku SMP ini berkomunikasi dengan pelaku (IN) via telepon seluler. Keduanya berjanji untuk bertemu. Pelaku pun menunggu korban di pinggir jalan Desa Maronge, dan keduanya jalan-jalan di sekitar desa setempat. Muncul niat pelaku untuk berbuat tak senonoh dengan cara mengajak korban ke rumah temannya. Setibanya di rumah itu yang masih berada di wilayah Maronge, pelaku mengajak korban masuk, sedangkan teman pelaku menunggu di luar. Korban diminta masuk kamar. Korban tak kuasa menolak permintaan pelaku agar membuka baju dan menyetubuhinya karena takut. Selang beberapa hari, pelaku kembali mengajak korban ke TKP yang sama. Di rumah itu korban kembali dipaksa.

Kapolsek Plampang, IPTU Sarjan yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Untuk menindaklanjutinya, korban dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan visum et repertum (VER). Hasil visum itu nantinya akan dijadikan alat bukti untuk memperkuat laporan tersebut. “Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan, kami harus meminta keterangan sejumlah saksi termasuk teman terduga pelaku tempat kejadian itu berlangsung,” jelas Kapolsek. (BUR/SR)

iklan bapenda
Baca Juga  Minimalisir Angka Kriminal, Seluruh Polsek di Dompu Gelar Patroli Serentak