Ckckck….Sampah Berserakan di Jembatan Plampang

oleh -0 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (22/02/2017)

Kesadaran masyarakat dalam memperlakukan sampah masih terbilang rendah. Buktinya, sampah berserakan dibuang di jembatan pintu masuk Kota Kecamatan Plampang. Diduga kuat sampah tersebut berasal dari pasar setempat. Pemandangan yang tidak sedap dipandang mata ini selain mengganggu pengguna jalan, juga dikeluhkan para petani. Sebab sampah-sampah tersebut jatuh ke embung yang berada di bawah jembatan. Embung (Cekdam) itu merupakan sumber air irigasi petani untuk mengairi sawahnya.

amdal

Sampah di Plampang

Salah seorang petani, Nurcahyo mengaku kebiasaan warga membuang sampah pasar di jembatan sudah berlangsung lama tanpa ada tindakan pencegahan. Sebagian besar sampah itu adalah sampah plastic yang sulit terurai dan mengganggu pertumbuhan tanaman petani. Sedangkan seorang sopir yang enggan menyebutkan namanya, mengaku terganggu dengan sampah berserakan di tengah jalan tepatnya di jembatan. Ia mempertanyakan perhatian pemerintah kecamatan dan desa yang terkesan tidak peduli dengan kondisi tersebut. Sebab pemandangan yang berlangsung sudah lama ini tidak pernah teratasi.

Ditemui terpisah, Kepala Desa plampang Juprianto didampingi Sekretarisnya Sayuti Melik SH mengakui keberadaan sampah tersebut yang dinilai sangat mengganggu pengguna jalan maupun para petani. Sebab sampah-sampah itu mencemari sawah warga. “Banyak petani yang lapor ke kami,” akunya.

Kepala Desa plampang Juprianto didampingi Sekretarisnya Sayuti Melik SH
Kepala Desa plampang Juprianto didampingi Sekretarisnya Sayuti Melik SH

Tentunya hal itu tidak bisa dibiarkan. Ia bersama kepala desa lainnya telah menggelar rapat dengan Camat membahas masalah sampah ini. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Plampang. “Jadi solusinya harus ada TPA agar sampah tidak dibuang sembarangan. Informasinya sudah ada lahan untuk TPA, tapi sampai sekarang belum direalisasikan,” ujar Jopi.

Baca Juga  Pasien RSUD Sumbawa Meninggal Dunia di Tenda Pengungsian

Camat Plampang, Ir Nawawi mengatakan sampah di Plampang menjadi persoalan baru. Keberadaan sampah ini bukan hanya mencemari lahan pertanian tapi menjadi penyebab meluapnya air hingga ke pemukiman warga. Persoalan sampah di Plampang ini ungkap Nawawi, sudah dibicarakan dengan semua kepala desa dan dinas terkait untuk mengatasinya salah satu dengan bergotong royong.

Nawawi mengakui jika lahan TPA sudah ada. Namun dia menilai percuma jika ketersediaan lahan tersebut tidak didukung dengan keberadaan armada angkutannya. “Saya akan bersurat ke kabupaten agar armada angkut ini bisa diadakan,” demikian mantan Camat Batu Lanteh ini. (BUR/SR)

 

iklan bapenda