Tim Temukan Kelalaian Penanganan Asam Tambang PT AMNT

oleh -0 views
Trisman ST—Kepala Seksi Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup KSB
bankntb

SUMBAWA BARAT, SR (20/02/2017)

Tim Tekhnis Pemerintah Daerah Sumbawa Barat dan Tim Tanggap Darurat PT AMNT telah turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan analisa data berupa sampel air dari dampak limpahan asam tambang ke Sungai Tongo Loka dan Sungai Sejorong. Hasil turun lapangan ini mengindikasikan adanya kelalaian dalam penanganan asam tambang Batu Hijau oleh PT AMNT. “Tim menemukan adanya kelalaian dalam penanganan asam tambang PT AMNT,” kata Trisman ST—Kepala Seksi Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup KSB yang juga anggota Tim, kemarin.

amdal

Dalam laporan tim ini, ungkap Trisman, terjadi peningkatan curah hujan yang membuat limpahan asam tambang kelebihan muatan tapi masih dalam kadar normal baku mutu. Sebelum terjadi pelimpahan asam tambang ini pada 7 Februari lalu, tim sudah mengingatkan PT. AMNT atas curah hujan yang semakin tinggi. Pihaknya meminta kepada AMNT untuk mengubah metode penyemprotan kapur. Pasalnya metode yang digunakan tersebut tidak mampu mengatasi kadar asam tambang yang meluap karena tidak merata. Tapi pihak PT. AMNT mengabaikannya.

Karena itu pada 7 Februari lalu, terjadi overflow 3 yang mengakibatkan limpahan air asam tambang ke permukaan. Sesuai dengan data dan laporan serta hasil pemantauan di PT. AMNT, terungkap terjadi pembuangan asam tambang di bawah baku mutu yang disebabkan kelalaian dalam bentuk tidak optimalnya proses pengapuran sebagai penyerap PH.

Baca Juga  Menteri ESDM Kuliah Umum di UTS

Terhadap adanya biota yang mati di Sungai Togo Loka, tim menemukan adanya pencemaran air sungai tersebut akibat limpasan air asam tambang yang mencapai 4,5 PH dengan kategori di bawah baku mutu (6-9). Air yang terkontaminasi asam tambang mengandung logam berat seperti besi dan seng. Jika dikonsumsi, masyarakat akan keracunan bahkan mengalami kelumpuhan. (HEN/SR)

iklan bapenda