Peserta BPJS Bisa Cuci Darah Gratis di KSB

oleh -0 views
Mensos RI didampingi Bupati dan Wakil Bupati KSB serta Direktur RSUD As-Syifa mengunjungi pasien cuci darah
bankntb

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN RSUD AS-SYIFA SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (20/02/2017)

Peserta BPJS di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan mendapatkan pelayanan cuci darah (hemodialisa) gratis di RSUD As-Syifa Sumbawa Barat. Pelayanan ini digratiskan setelah rumah sakit tersebut dan BPJS menandatangani Memorandum of Understanding (MoU). Penandatanganan kerjasama itu dilakukan Direktur RSUD As-Syifa KSB dan Kepala Cabang BPJS Bima.

Ditemui SAMAWAREA, Direktur RSUD As Syifa, dr. Carlof mengaku bersyukur dengan adanya kerjasama tersebut, sehingga masyarakat tidak terlalu terbebani dengan biaya cuci darah yang cukup mahal. Sebab jika tanpa BPJS, masyarakat dapat mengeluarkan biaya Rp 800 ribu—Rp 1 juta sekali cuci darah. Sedangkan pasien yang mengalami masalah pada ginjal yang tidak mampu membuang sisa-sisa metabolisme dalam tubuh sehingga menjadi racun, tambah dr. Carlof, harus melakukan cuci darah minimal 2—3 kali seminggu. “Ini harus terus berjalan sampai pasien dikatakan sudah normal. Bayangkan berapa biaya yang akan dikeluarkan apabila tidak menggunakan BPJS,” jelasnya.

Pasien cuci darah di RSUD As-Syifa dikunjungi Bupati dan Wakil Bupati KSB
Pasien cuci darah di RSUD As-Syifa dikunjungi Bupati dan Wakil Bupati KSB

Kerjasama yang dilakukan RSUD dengan BPJS menurutnya, untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. “Kami terus didorong oleh pemerintah daerah untuk melakukan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan menjadikan RSUD As-Syifa sebagai salah satu rumah sakit terbaik di NTB. Langkah kongkrit yang sudah kami lakukan yaitu dengan adanya alat cuci darah, satu-satunya di Pulau Sumbawa,” ungkap dr. Carlof.

Baca Juga  Sambut BPJS, Puskesmas Rawat Inap Dibenahi

Untuk diketahui, sejak pelayanan cuci darah dibuka, sudah melayani 8 pasien. Bagi yang darurat akan dirawat inap dengan fasilitas yang sangat memadai. Sedangkan yang tergolong ringan disarankan untuk rawat jalan. “Semua pasien masih berasal dari dalam daerah, sedangkan untuk luar KSB, humas rumah sakit tengah melakukan sosialisasi ke daerah-daerah lain,” ujarnya.

Di tempat yang sama Kepala Cabang BPJS Bima, mengapresiasi langkah yang diambil RSUD KSB dengan pengadaan alat cuci darah. “Ini satu-satunya di Pulau Sumbawa. Apalagi kelengkapan alat Hemodialisa sangat bagus dan tidak kalah dengan alat serupa yang digunakan rumah sakit terkenal lainnya, ditambah dengan dokter spesialisnya yang mumpuni,” pujinya. (HEN/SR)

iklan bapenda