Mataram Dapat Tawaran Investasi Pengolahan Sampah

oleh -0 views
bankntb

MATARAM, SR (20/02/2017)

Pemerintah Kota Mataram kembali mendapat penawaran kerjasama dari perusahaan asing dalam hal pengolahan sampah. Setelah HANVIT Power Corporation Korea, kali ini investor merupakan konsorsium dari CPE Cell asal Korea dan Alchemy Utilities dari Finlandia. Rombongan yang didampingi Prof. Dr. Mahyuni dari Universitas Mataram ini sempat bertemu Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh sebelum mengadakan ekspose di Ruang Kenari Kantor Wali Kota Mataram, Senin (20/2). Dalam ekspose yang dipimpin Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Mataram, Irwan Rahadi ini mengundang jajaran SKPD terkait.

amdal

Mewakili Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh, Kepala Dinas LH Kota Mataram Irwan Rahadi mengatakan bahwa pada prinsipnya Kota Mataram terbuka dengan kehadiran investor. Namun yang perlu diingat, Kota Mataram pernah beberapa kali mengalami kekecewaan akibat investor yang telah diberi ijin untuk berinvestasi justru tidak melanjutkan rencananya. Karena itu Pemerintah Kota Mataram akan melihat terlebih dahulu sejauhmana keseriusan pihak investor sebelum memberi ijin investasi. “Kita dalami dulu, yang penting kita yakin dulu bagaimana nantinya bisa terealisasi,” ujarnya.

Sementara dalam pengantarnya, Prof. Dr. Mahyuni mengatakan bahwa dua tim yang ingin menanamkan modalnya di Kota Mataram tersebut telah mendalami kondisi persampahan di Kota Mataram dalam tiga tahun terakhir. Bahkan sejak setahun yang lalu, tim dari Korea telah berkantor di Kota Mataram. Sedangkan peran Universitas Mataram dalam investasi di bidang penanganan sampah yang ditawarkan adalah sebagai fasilitator dan mitra yang ikut melaksanakan studi kelayakan. Sehingga secara moral ikut bertanggung jawab jika investor yang bersangkutan ternyata tidak cukup serius dalam menjalankan rencana usahanya. “Kalau terealisasi, ini akan menjadi model pengolahan sampah di Indonesia,” terangnya.

Baca Juga  Tata Ruang dan Wilayah, NTB Padukan dengan Kearifan Lokal

Di hadapan seluruh jajaran SKPD terkait lingkup Kota Mataram yang hadir pada saat ekspose, Mr. Richard Griffin dari Alchemy Utilities Finlandia menjelaskan hal-hal terkait rencana usaha yang akan dilakukan oleh konsorsium dari Finlandia dan Korea tersebut. Finlandia menurutnya, sebuah negara yang telah cukup dikenal dengan kemajuan teknologinya. Dari negara itulah alat berteknologi tinggi yang akan digunakan di Kota Mataram senilai Rp 1,1 Triliun didatangkan. Berupa alat yang akan mampu mengubah sampah menjadi energi, sedangkan limbahnya dapat diolah menjadi air bersih dan pupuk. “Jadi tidak akan ada sisa sampah yang terbuang,” ucapnya.

Dengan teknologi canggih yang akan dipakai, lanjutnya, proyek diyakini tidak akan mengganggu lingkungan sekitarnya baik dengan polusi udara maupun polusi suara. Justru nantinya akan membantu mengatasi permasalahan sampah di Kota Mataram. Mesin tersebut dapat mengolah sampah maksimal 1.000 ton setiap hari. Namun demikian, mesin juga dapat mengolah minimal 20 persen dari kapasitas maksimum atau sebanyak 200 ton sampah sehari sehingga ideal untuk dibangun di Kota Mataram yang setiap harinya menghasilkan sampah sampai 400 ton. Bila disetujui, dalam jangka waktu dua tahun kedepan, mesin dapat mulai beroperasi untuk melakukan pengolahan sampah di Kota mataram. (NA/SR)

iklan bapenda