Setahun Pemerintahan Husni-Mo, Butuh Kerja Keras

oleh -1 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (18/02/2017)

17 Februari 2017 tepat satu tahun pemerintahan HM Husni Djibril B.Sc—Drs. H. Mahmud Abdullah, memimpin Kabupaten Sumbawa. Hari yang special tersebut diperingati secara sederhana yang dirangkaikan Upacara Paripurna diikuti oleh Wakil Bupati Sumbawa, Sekda, anggota Forkopimda, kepala SKPD, dan seluruh jajaran pemerintah daerah, Jum’at (17/2) kemarin. “Pada kesempatan ini, secara jujur saya ingin sampaikan bahwa hasil kerja keras kita selama satu tahun dalam berbagai bidang pembangunan ada yang sudah tercapai sesuai target tahunan namun tidak sedikit juga yang masih belum sesuai dengan ekspektasi kita. Ini berarti, dalam empat tahun ke depan, tantangan yang kita hadapi masih membentang luas. Dibutuhkan komitmen yang tinggi, kerja keras dan kolaborasi sinergis untuk mencapai mimpi mewujudkan Sumbawa hebat dan bermartabat,” tutur Haji Husni—akrab Bupati disapa saat memimpin upacara paripurna tersebut.

amdal

Sebagian indikator yang belum mampu direalisasikan sesuai dengan target yang ditetapkan, sebutnya, di antaranya tingkat pertumbuhan ekonomi misalnya dalam RPJM 2016-2020 ditargetkan untuk tahun pertama sebesar 6,83 persen namun perkiraan pencapaian berkisar antara 5,5-6,0 persen. Angka kemiskinan ditargetkan turun dari 16,73 menjadi 14,73 pada tahun pertama. Namun perkiraan pencapaian hanya sebesar 15-16 persen. Penilaian Lakip ditargetkan pada tahun pertama meningkat dari CC menjadi B, namun realisasinya Kabupaten Sumbawa masih berada posisi nilai CC. Rasio jalan mantap ditargetkan meningkat dari posisi 60,72 persen menjadi 68,58 persen pada tahun pertama namun kenyataannya baru mampu mencapai angka 64,92 persen. Puskesmas terakreditasi ditargetkan 4 unit pada tahun pertama namun yang terealisasi hanya I unit. Namun, banyak indikator yang telah ditetapkan dalam RPJM telah berhasil dilampaui. Kabupaten Sumbawa telah berhasil meningkatkan PDRB per kapita sesuai target yang ditetapkan. Demikian juga dengan angka rata-rata lama sekolah, angka harapan lama sekolah, telah berhasil menurunkan angka kematian bayi sesuai target, meningkatkan angka harapan hidup dan menurunkan angka pengangguran terbuka sesuai terget yang ditetapkan serta nilai tukar petani juga terus beranjak naik melampaui target yang ditetapkan. “Janji-janji yang telah diucapkan selama kampanye terus kami usahakan agar segera dirasakan oleh masyarakat,” cetusnya.

Baca Juga  Update 23 Agustus: 14 Kasus Positif Covid di NTB, Sumbawa Tertinggi

Tahun ini ungkapnya, Husni—Mo meluncurkan program kredit bersahabat sebagai implementasi Gerakan Desa Bebas Rentenir sebesar Rp 15 milyar yang diperkirakan bisa teralokasi pada 30-40 desa atau 27% dari jumlah desa. Untuk pembangunan pasar induk sudah dimulai pada tahun 2017 ini dengan mengalokasikan dana kegiatan pematangan lahan yang akan berlanjut pada tahun 2018. Peningkatan kualitas pelayanan publik telah meningkat secara siginifikan dengan keberhasilan meraih predikat zona hijau dari Komisi Ombudsman. Hal yang tak kalah penting untuk diungkapkan adalah berkaitan dengan progres Reformasi Birokrasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Pada tahun pertama, telah berhasil melakukan penataan organisasi perangkat daerah dan menempatkan personel yang diharapkan bisa menggerakkan roda birokrasi secara profesional dan akseleratif. Hasil dari penataan tersebut akan terlihat pada kualitas pelaksanaan Agenda Pemerintahan dan Pembangunan tahun 2017 ini. “Saya berharap, perhatian masyarakat yang besar terhadap kebijakan penataan personel bisa menjadi motivasi bagi saudara-saudara sekalian untuk menunjukkan kinerja secara optimal. Di pundak saudara-saudara harapan saya dan harapan seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa untuk mewujudkan Kabupaten Sumbawa yang lebih baik disandarkan,” pinta Bupati.

Momentum Upacara Paripurna tersebut diakui Haji Husni terasa sangat sentimentil. Ada nuansa prihatin namun tentu tak harus kehilangan optimisme. Adalah hal yang wajar jika mengalami keprihatinan yang mendalam, mengingat beberapa hari yang lalu hampir seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa dari bagian barat sampai bagian timur, dari utara hingga selatan dilanda bencana secara beruntun. Puncaknya dari tanggal 8 hingga 12 Februari, ada 14 kecamatan yang dilanda banjir besar. Bahkan sebelumnya pada 31 Januari dan 6 Februari banjir sudah melanda Kecamatan Sumbawa, Labuhan Badas dan Unter Iwes. Selain bencana banjir, di wilayah Kabupaten Sumbawa bagian selatan juga mengalami musibah tanah longsor yang mengakibatkan rusaknya infrastruktur jalan dan jembatan. Bencana banjir dan tanah longsor ini tentu saja membawa kerugian yang sangat besar bagi Kabupaten Sumbawa.

Berdasarkan perhitungan sementara ungkap Bupati, jumlah penduduk yang terkena dampak banjir 49.541 jiwa dan yang harus mengungsi 3.776 jiwa. Jumlah kerugian di bidang infrastruktur mencapai Rp 50,6 milyar, bidang pertanian Rp 12 milyar, bidang perumahan Rp 16,2 milyar, bidang perikanan dan kelautan Rp 6,7 milyar, serta kerugian pada sektor lain masih dalam proses perhitungan. Bencana dalam berbagai bentuk dan dimensinya, selalu memiliki dua sisi. “Bencana banjir dan tanah longsor yang baru saja melanda daerah kita ini, bisa jadi merupakan teguran dari Allah SWT atas kelalaian atau kesalahan yang pernah kita lakukan secara sadar maupun tidak. Kesalahan itu bisa bersumber dari tindak tanduk saya selaku pribadi atau karena kebijakan yang saya ambil selaku pemimpin daerah ini. Untuk itu saya telah berkali-kali memohon ampun kehadirat Allah SWT. Saya juga telah mengeluarkan edaran yang berisi himbauan kepada seluruh elemen masyarakat untuk melaksanakan doa bersama dalam istilah kita Tau Samawa, “tu eneng kerik salamat”  sengedo gama desa darat tau kalis bala bencana,” harapnya.

Baca Juga  Gubernur Ajak Millenial Ikut Sukseskan NTB Gemilang

Doa bersama juga diharapkan dapat dilaksanakan oleh masyarakat Sumbawa yang beragama lain di tempat peribadatannya masing-masing. Dari sisi yang lain, bencana yang dihadapi bisa juga merupakan salah satu bentuk ujian dari Allah SWT untuk melatih kesabaran yang pada akhirnya akan meningkatkan derajat ketakwaan kepada Allah SWT. Di balik ujian akan muncul hikmah, dan hikmah ini sungguh terasa pada cara dan masyarakat dalam menghadapi bencana. Musibah ini, telah membangkitkan kepedulian dan solidaritas yang tercermin dari berbagai aksi dan tindakan bahu membahu, tolong menolong dan bergotong royong meringankan beban saudara-saudara yang tertimpa musibah. Hampir tidak ada keluhan dari masyarakat yang terkena bencana berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan logistik sehari-hari. Relawan baik secara pribadi maupun yang tergabung dalam berbagai organisasi dan komunitas berduyun-duyun memberikan bantuan kepada korban yang tertimpah musibah. Tanpa disadari, bencana ini telah menjelma menjadi solidarity maker, pembangkit atau penguat rasa solidaritas yang selanjutnya akan menjadi modal sosial dalam pelaksanaan berbagai agenda pemerintahan dan pembangunan. “Sekali lagi, kerjasama yang telah kita tunjukkan beberapa hari terakhir ini seolah menunjukkan bahwa visi Kabupaten Sumbawa yakni Terwujudnya Masyarakat Sumbawa yang Berdaya Saing, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Semangat Gotong Royong” telah tercapai lebih dari separuh jalan,” pungkasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda