Tiga Tersangka Ilegal Loging asal KSB Diringkus

oleh -0 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (16/02/2017)

Tiga terduga pelaku illegal logging asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) diringkus Polisi Kehutanan (Polhut) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbawa bersama Masyarakat Mitra Polhut (MMP). Para terduga berinisial AH, D dan B ditangkap di Pulau Panjang sekitar wilayah Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, belum lama ini.
Ketua Tim Patroli MMP, Boy Saputra yang dihubungi SAMAWAREA, Kamis (16/2) mengatakan sejumlah terduga yang ditangkap ini adalah pemain lama karena sebelumnya pernah diamankan dalam kasus yang sama dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Namun, pada kenyataannya ketiga warga Desa Senayan Kecamatan Poto Tano tersebut masih melakukan aksi ilegalnya.

amdal
Ketua Tim Patroli MMP, Boy Saputra
Ketua Tim Patroli MMP, Boy Saputra

Untuk diketahui Pulau Panjang memiliki fungsi yang sangat besar bagi kelangsungan ekosistem di perairan Selat Alas dan tempat bernaung satwa dan flora yang dilindungi. Pulau Panjang juga sebagai penahan abrasi gelombang dari Laut Flores menuju ke pesisir Alas Barat. Artinya, ketika hutan di Pulau Panjang rusak maka Alas Barat akan menghadapi gelombang laut yang cukup dahsyat serta berpotensi menimbulkan bencana alam. “Ulah mereka sangat mengkhawatirkan dan merusak ekosistem lingkungan di wilayah konservasi Pulau Panjang,” kata Boy—sapaan akrabnya.
Dari tangan para terduga ini diamankan 415 batang kayu Santigi hasil perambahan di dua pulau yaitu Pulau Kalong dan Pulau Panjang. Keberhasilan penangkapan ini terang pria berbadan tinggi besar ini, tidak lepas dari dukungan dan kerjasama semua pihak khususnya MMP, Polhut BKSDA dan LSM yang sudah melakukan pengintaian sejak beberapa bulan lalu. Awalnya pada siang hari, ia menerima laporan dan saat itu juga bersama mengatur strategi serta melakukan penyergapan di Pelabuhan  PT Paloma Agung daerah Batu Guring. “Untuk itu kami menyampaikan apresiasi atas kerjasamanya. Semoga kekompakan ini lebih mantap lagi kedepannya,” ucapnya, seraya berharap penangkapan ini membuat para pelaku lainnya jera karena lingkungan adalah warisan bagi generasi berikutnya. (NA/SR)

iklan bapenda
Baca Juga  Kinerja Danramil dan Babinsa Dievaluasi