Pasca Akreditasi Pelayanan RSUD As-Syifa Lebih Maksimal

oleh -0 views
bankntb

SUMBAWA BARAT, SR (16/02/2017)

Pasca akreditasi, pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) As-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) lebih maksimal. “Setelah resmi terakreditasi C, sudah pasti mutu pelayanannya ditingkatkan terutama dalam penanganan pasien,” ungkap Direktur RSUD As-Syifa, Dr. Carlof kepada SAMAWAREA, belum lama ini.

amdal

Menurut dokter ramah ini, kualitas pelayanan kesehatan adalah jawaban yang mutlak untuk mempertahankan eksistensi mutu pelayanan dalam menjawab tuntutan masyarakat. Selain itu upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit adalah langkah terpenting untuk meningkatkan daya saing usaha daerah di sektor kesehatan. Salah satu upaya dan strategi penting yang dilakukan dalam meningkatkan kualitas pelayanan medik rumah sakit saat ini adalah melalui standarisasi (akreditasi, audit klinis dan lainnya).

dr. Carlof, Direktur RSUD As-Syifa Sumbawa Barat
dr. Carlof, Direktur RSUD As-Syifa Sumbawa Barat

Untuk merealisasikan pelayanan tersebut, ungkap Dr. Carlof, seluruh pegawai RSUD sudah dilatih mulai dari cara menangani dan cara tegur-sapa pasien. Kemudian memberlakukan jam bezuk bagi pengunjung, lingkungan RSUD harus bersih dan steril dari asap rokok. “Semua ini sudah diuji dan dinyatakan lulus oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS),” ujarnya.

Bagi pasien tidak mampu, RSUD As-syifa sudah menjalin kerjasama dengan BPJS Kesehatan. Pasalnya, BPJS akan bersedia bekerjasama dengan rumah sakit yang sudah terakreditasi. “Jadi sehingga semua pasien yang menggunakan BPJS akan mendapatkan pelayanan gratis di RSUD As-syifa, ini juga untuk menyambut program pemerintah daerah yakni menggratiskan masyarakat miskin untuk mendapat pelayanan kesehatan melalui kartu BPJS kesahatan kelas C,” jelasnya.

Baca Juga  Direktur RSUD Sumbawa: Kami Mengutamakan Keselamatan Pasien !

Sementara pasien RSUD As-syifa, Rahmat Hidayat mengaku sangat puas dengan pelayanan RSUD As-Syifa. Pasien yang dirawat merasa sangat diperhatikan, sehingga keluarga merasa tenang. “Setiap 30 menit pasien yang diopname selalu dikunjungi meski hanya sekedar mengobrol untuk memberikan dorongan moril kepada pasien. Ini bisa menjadi sugesti dan obat untuk kesembuhan pasien,” ucap Rahmat.

Rahmat mengaku pasien BPJS kelas C, namun pelayanannya sama seperti pasien BPJS kelas A dan B. Demikian dengan ruangan, kebersihannya tetap terjaga dengan fasilitas yang memadai. “Kami nyaman berada di sini (RSUD, Red),” demikian Rahmat. (HEN/SR)

iklan bapenda