Diduga Cemari Lingkungan, Bupati Panggil Manajemen AMNT

oleh -0 views
Bupati KSB, Dr. Ir. HW. Musyafirin MM
bankntb

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN BAG. HUMAS DAN PROTOKOL SETDA SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (14/02/2017)

Diduga mencemari lingkungan di sekitar lingkar tambang, membuat Bupati Sumbawa Barat akan memanggil manajemen PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT). Diduga pencemaran itu terjadi di Sungai Tongo Loka dan Sungai Sejorong yang menyebabkan sejumlah ikan terkapar (mati).

Ditemui SAMAWAREA, Selasa (14/2) Bupati, Dr. Ir. H. W. Musyafirin MM mengaku telah menyurati manajemen PT AMNT untuk pertemuan Rabu (15/2) besok. Dalam pertemuan itu, pemerintah daerah akan meminta penjelasan terkait tercemarnya Sungai Sejorong dan Sungai Tongo Loka. “Kami ingin tanyakan apakah dengan kondisi seperti ini PT AMNT sudah menerapkan standar operasional darurat terkait tercemarnya lingkungan sungai itu,” katas Bupati.

Untuk mengetahui penyebab sesungguhnya, ungkap Bupati, harus dilakukan investigasi. Pertemuan besok yang akan digelar di Graha Fitrah sekitar pukul 10.00 Wita sebagai starting awal dalam mendalami persoalan ini. Bupati mengakui, sejak tambang Batu Hijau dipegang PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) tidak pernah terjadi hal seperti itu. Namun pasca akuisisi saham dan operator Batu Hijau diambil alih PT AMNT muncul permasalahan pencemaran lingkungan.

General Supervisor Departemen Komunikasi PT AMNT, Ruslan Ahmad yang dihubungi terpisah mengakui jika permasalahan seperti ini baru terjadi. Sebab baru tahun ini debit air lebih besar bahkan bisa dua kali lipat dari tahun sebelumnya, menyusul adanya peningkatan curah hujan sejak beberapa hari yang lalu. Akibatnya terjadi banjir melanda KSB termasuk proyek Batu Hijau, dan Kabupaten Sumbawa. Dengan kondisi ini, air di struktur pengendali sedimen Santong dan Tongo Loka mengalami peningkatan air lebih dari biasanya dan mengalir ke dalam Sungai Sejorong dan Tongo Loka. Ia memprediksi hingga beberapa hari ke depan curah hujan masih tinggi. “Di bawah pengawasan Pemda setempat dan instansi terkait, kami telah melakukan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian serta pemantauan dampak lingkungan yang diperlukan, dalam rangka meminimalkan dampak signifikan terhadap Sungai Sejorong dan Tongoloka. Pengendalian saat ini masih tetap dilanjutkan dan juga pemantauan kualitas air maupun biota di Sungai Tongoloka dan Sungai Sejorong,” demikian Haji Ruslan—akrab dia disapa. (HEN/SR)

iklan bapenda
Baca Juga  MAPAN Paslon Terkaya, Total Harta Kekayaan Capai 16 M