Tanggap Darurat Diperpanjang, Dapur Umum TAGANA Tetap Siaga

oleh -0 views
Ketua Tagana Sumbawa, Dedi Susanto S.Pd.I dan Dandim 1607 Sumbawa, Letkol ARM, Sumanto S.Sos
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (13/02/2017)

Masa tanggap darurat banjir Sumbawa telah resmi diperpanjang hingga 20 Februari. Artinya dapur umum TAGANA yang dipusatkan di Wisma Daerah Sumbawa harus tetap berlangsung. TAGANA Dinas Sosial Sumbawa bergabung dalam Operasional Evakuasi dan Penyelamatan di bawah koordinasi Kasdim 1607 Sumbawa, siap melanjutkan tugas kemanusiaan tersebut. “Kami siap menyediakan dan mendistribusikan makanan cepat saji bagi warga terdampak banjir,” kata Ketua TAGANA Kabupaten Sumbawa, Dedi Susanto, S.Pd.I yang ditemui, Senin (13/2).

amdal

Awalnya dapur umum didirikan di Dinas Sosial. Sudah ribuan nasi bungkus yang disalurkan ke sejumlah kecamatan yang dilanda banjir. Kini dapur umum telah dipindahkan dan terpusat di Wisma Daerah agar ketersediaan bahan makanan dan pendistribusiannya tetap lancar. “Jika aktifitas masyarakat yang terkena banjir sudah selesai, serta dilaksanakan bhakti sosial oleh pemerintah daerah di sejumlah lokasi terkena banjir, maka dapur umum akan diakhiri,” kata Dedi—akrab pria yang juga aktivis ini.

Saat ini pendistribusian makanan siap saji masih berlangsung terutama untuk korban banjir di Kecamatan Moyo Utara dan Moyo Hilir. Sempat juga didistribusikan ke Desa Labuan Kuris Kecamatan Lape. Namun untuk memperpendek jarak dan waktu, pemerintah desa setempat datang mengambil logistik bantuan seperti beras, air minum, dan mie instans untuk menangani warganya.

Dalam membantu kegiatan di dapur umum, TAGANA Sumbawa diback-up tim TAGANA dari daerah lain. Seperti KSB yang mengirimkan 25 orang personilnya, Bima 10 orang, dan Kota Bima 20 orang. “Kami akui kekurangan personil, karena 7 anggota kami menjadi korban banjir bandang,” kata Dedi, seraya menyampaikan terima kasih kepada Tim TAGANA dari daerah tetangga ini. (JEN/SR)

iklan bapenda
Baca Juga  Kembangkan Rumah Bibit, Rumah Zakat Sulap Desa Jorok Jadi Desa Hijau