Sumbawa Terancam Kering, Pohon Besar Dibabat Dikirim ke Bali

oleh -13 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (08/02/2017)

Pohon-pohon besar dan rindang di wilayah Kabupaten Sumbawa bakal habis. Pasalnya ada mobilisasi eksplotasi pohon tersebut untuk dikirim ke Bali oleh oknum pengusaha. Pohon besar jenis beringin, ‘lita’ dan lainnya dicabut menggunakan alat berat, lalu diangkut menggunakan tronton. Eksploitasi pohon besar ini terlihat di wilayah Kecamatan Lape hingga perbatasan dengan Kecamatan Maronge. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena akan mengancam sumber mata air serta dapat menjadi pemicu terjadinya kekeringan di Tana Samawa.

Pohon DieksploitasiDikonfirmasi hal itu, Camat Maronge, Lukman Arrasyid S.Sos, Selasa (7/2) mengakuinya. Selaku pemerintah kecamatan, Ia sangat resah dengan adanya kegiatan eksploitasi dan pengiriman pohon besar yang ditebang sangat intens dalam satu bulan terakhir ini. Mobilisasi penebangan itu dari Dusun Taruntum Kecamatan Lape hingga perbatasan dengan Maronge dan bakal masuk ke wilayah Maronge. Pohon-pohon besar itu dicabut hingga akarnya untuk dikirim dan ditanam kembali di Bali. Keresahan tersebut ungkap mantan Camat Alas ini, cukup beralasan. Di saat pemerintah mengampanyekan menanam pohon beringin untuk penghijauan, justru ada oknum pengusaha yang mengeksploitasi pohon. Ironisnya, kegiatan ini tanpa ada kendali dari pihak kehutanan. Pohon-pohon ini habis dibabat di wilayah perkebunan, persawahan hingga wilayah hutan. Satu pohon besar ini dibeli dari masyarakat Rp 200 ribu. Dari aspek ekonomi, harga ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan masa penanaman dan pemeliharaan yang mencapai puluhan tahun. Jika terus dibiarkan, tidak menutup kemungkinan pohon besar yang menjadi penopang mata air, akan hilang. Ia mencontohkan pohon pandan di pesisir Lunyuk yang dieksploitasi dan dikirim ke Bali diangkut menggunakan puluhan fuso. Sekarang pohon pandan di Lunyuk sangat langka dan sulit ditemukan.

Baca Juga  Libatkan Polisi, Tim Reaksi Cepat Makamkan Pasien Covid 561

Pohon Dieksploitasi 1

Memang ungkap Camat Lukman, kewenangan kehutanan sudah menjadi ranah pemerintah propinsi. Tapi sangat disayangkan jika sebagai pemerintah maupun masyarakat yang tidak peduli dengan hal itu. Ketidakpedulian ini justru membiarkan Sumbawa menjadi daerah kering. “Masalah ini sudah kami lapor Bapak Bupati dan Wakil Bupati. Beliau menyarankan agar kami berkoordinasi dengan kehutanan. Yang saya koordinasikan di sini terkait kewenangan camat apakah bisa menyetop eksploitasi pohon di wilayahnya. Kalau memang diberikan kewenangan kita akan mengambil tindakan,” pungkas Lukman. (JEN/SR)

iklan bapenda