Harga Rendah, Petani Rumput Laut Kertasari Merugi

oleh -0 views
Nirmala, Petani Rumput Laut Kertasari
bankntb

SUMBAWA BARAT, SR (06/02/2017)

Petani rumput laut di pesisir Desa Kertasari, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengeluh. Pasalnya harga rumput laut yang sangat rendah. Bukannya panen yang melimpah membuat hati gembira, tapi petani menderita. Sebab pengeluaran lebih besar daripada penghasilan. “Harga rumput laut saat ini sangat kurang, tidak sesuai pengeluaran dengan penghasilan,” kata Nirmala, salah seorang petani rumput laut Kertasari kepada SAMAWAREA, Senin (6/2).

amdal

Kondisi ini diakui Nirmala sudah terjadi dalam dua tahun ini. Tahun lalu harga rumput laut berkisar Rp 600 ribu per kwintal dan tahun ini naik menjadi Rp 800 ribu/kwintal. Kenaikan ini masih di bawah harga normal Rp 1 juta per kwintal sehingga bukan menguntungkan malah masih rugi mengingat biaya yang dikeluarkan jauh lebih besar. Belum lagi mereka dihadapkan dengan ancaman gagal panen akibat terserang penyakit. “Tanaman bagus saja kita rugi, apalagi terserang penyakit dipastikan kita akan bangkrut,” imbuhnya.

Para petani berfikir dengan keberadaan pabrik rumput laut di Kertasari dapat mendongkrak daya beli. Ternyata tidak jauh beda dengan harga tengkulak. “Harga yang dibeli tengkulak sama dengan harga yang dibeli pabrik. Jadi percuma ada pabrik karena tidak bisa meningkatkan perekonomian petani rumput laut,” tukasnya.

Mereka berharap agar harga rumput laut mengalami peningkatan seperti dahulu yang bisa tembus sampai Rp 1,6 juta per kwintal. “Semoga pemerintah memiliki perhatian yang serius terhadap nasib kami masyarakat pesisir ini,” pintanya. (HEN/SR)

iklan bapenda
Baca Juga  Penerbangan Penumpang Komersial di Bandara Lombok Dihentikan