Nasib Calon Naker ‘Waiting List’ Kian Tidak Jelas

oleh -5 views
bankntb

SUMBAWA BARAT, SR (03/02/2017)

Ratusan calon tenaga kerja PTNNT yang sudah dinyatakan lulus dan tercatat dalam daftar tunggu (waiting list) Tahun 2011 lalu, harus bersabar. Setelah bertahun-tahun menunggu hingga akuisisi saham PTNNT ke PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT), nasib mereka semakin tidak jelas apakah bisa bekerja di Batu hijau atau hanya sekedar mimpi. Para calon pekerja ini sempat mengadukan nasibnya ke DPRD KSB. Difasilitasi Komisi I, para pekerja melakukan dengar pendapat dengan manajemen PT AMNT yang diwakili Manager External Ir. H. Syarafuddin Jarot.

amdal

Salah seorang calon pekerja waiting list, Roni meminta manajemen bertanggung jawab terhadap nasib mereka. Selama ini mereka menunggu dengan sabar namun tak juga ada kejelasan. “Kami sudah cukup bersabar dari Tahun 2011 sampai sekarang dengan harapan kami bisa diterima bekerja di Batu Hijau yang merupakan tanah kelahiran kami,” tukasnya.

Sesuai perjanjian, setiap ada lowongan, calon naker waiting list akan diprioritaskan. Kenyataannya mereka diabaikan, karena ada tenaga kerja baru yang direkrut PTAMNT bukan dari mereka. “Kami tahu orangnya tapi kami tidak tahu ada informasi lowongan. Yang paling membuat kami miris ternyata yang direkrut bukan dari waiting list. Yang ingin kami tanyakan apakah masih ada jamiman kami bisa diterima di PT AMNT,” ujarnya dalam nada tanya.

Menanggapi hal itu, Manager External, Ir. H. Syarafuddin Jarot mengatakan, sejak 2012 pihaknya telah memproyeksikan bahwa akan ada 400 karyawan yang di-PHK dan diganti dengan karyawan baru. Saat itu pihaknya masih bekerja berdasarkan kontrak karya. Tapi setelah terbit UU baru yang melarang eksport kosentrat keluar negeri, semuanya menjadi sirna. Fase 7 dihentikan dan eksplorasi Dodo juga demikian. Selanjutnya Tahun 2014, aktivitas Batu Hijau dihentikan. Semua karyawan dirumahkan, disusul kebijakan HRD salah satunya mem-PHK 800 dari 4.300 orang. Kemudian Tahun 2017 ini, ada 300 karyawan yang tidak memiliki pekerjaan yang kemudian masih dipikirkan apakah dirumahkan atau diberhentikan. “Nasib mereka tergantung kebijakan pemerintah,” imbuhnya.

Baca Juga  GOW Berbagi, Salurkan Sembako Bantu Fakir Miskin

Mengenai calon naker waiting list, Haji Jarot mengaku bersama pemerintah mengadakan pelatihan untuk menambahkan skillnya. Hal ini dilakukan agar calon naker waiting list bisa mencari pekerjaan di tempat lain. Soalnya, tidak ada jaminan calon naker waiting list ini bisa bekerja di Batu Hijau. Namun jika ada lowongan pekerjaan, Haji Jarot berjanji akan menginformasikannya dan tetap memprioritaskan mereka. “Peluang ini sangat besar apabila kondisi perusahaan sudah normal,” pungkasnya. (HEN/SR)

iklan bapenda