Dermaga Labu Lalar Tempat Bongkar Muat Batubara PLTU

oleh -12 views
Bupati KSB, Dr. Ir. H. W. Musyafirin MM
bankntb

SUMBAWA BARAT, SR (03/02/2017)

Akhirnya Dermaga Labuan Lalar, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) disepakati menjadi tempat bongkar muat batu bara yang disuplay ke PLTU Kertasari. Kesepakatan ini dicapai setelah Pemda KSB dan manajemen PLN menggelar pertemuan selama dua jam, Kamis (2/2) kemarin. Sebelumnya PLN menolak Dermaga Labuan Lalar menjadi tempat bongkar muat batubara dengan alasan pembengkakan biaya operasional. Bahkan PLN sempat mengadu ke Gubernur NTB untuk mencari solusi.

amdal

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H.W. Musyafirin MM yang dicegat SAMAWAREA usai memimpin Rapat Terbatas, Kamis (2/2) mengakui kesepakatan tersebut. Kesepakatan ini dicapai karena semangat bersama agar PLTU Kertasari segera beroperasi. Untuk mendukung hal itu, pihak PLTU harus membangun infrastruktur lain seperti menara di beberapa titik.

Mengenai sarana prasarana dermaga, Bupati menyatakan sudah memenuhi persyaratan. Yang harus dibangun adalah tempat sandaran kapal yang mengangkut batubara. Sedangkan akses jalan menuju dermaga akan diperbaiki terutama jembatannya, menggunakan jalur belakang Desa Banjar Sari yang diperkirakan akan tuntas Juli mendatang.

General Manager PLN NTB Jarot Hut Abri
General Manager PLN NTB Jarot Hut Abri

Sementara itu General Manager PLN NTB, Jarot Hut Abri menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah mensuport kegiatannya. Dengan adanya kerjasama yang baik dengan pemerintah daerah ini, PLTU dapat segera dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Mengenai progress pembangunan infrastruktur, Jarot—sapaan akrabnya mengaku sudah mencapai 90 persen. Satu-satunya kendala hanya dermaga sandaran batu bara—bahan bakar PLTU.  “Sekarang kendala itu sudah teratasi dan diperkirakan tahun ini PLTU sudah bisa beroperasi,” ujarnya.

Baca Juga  HUT ke 61: NTB Ekspor Kopi ke Korsel, Manggis ke China

Ditemui terpisah, Kepala Kantor Syahbandar Benete, Ilyas menyatakan kelayakan Dermaga Labu Lalar sudah memenuhi standar. “Tinggal dibuatkan becingnya (tempat menyandar), Dermaga Lalu Lalar siap dioperasikan dengan ukuran kapal 340 fit bermutan 10.000 metrik ton,” pungkasnya. (HEN/SR)

iklan bapenda