Cuaca Extrim, Nelayan Labu Lalar Takut Melaut

oleh -4 views
bankntb

SUMBAWA BARAT, SR (03/02/2017)

Hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memicu terjadinya laut pasang dan gelombang besar. Kondisi ini membuat ratusan nelayan di Desa Labuan Lalar Kecamatan Taliwang takut melaut. Apalagi cuaca saat ini terbilang ekstrim dan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut sesuai dengan prakiraan cuaca BMKG bahwa potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang terjadi di wilayah NTB, salah satunya Sumbawa Barat.

amdal
Zainuddin, Nelayan Labu Lalar
Zainuddin, Nelayan Labu Lalar

Ditemui SAMAWAREA, Kamis (2/2) kemarin, Zainuddin—nelayan Labu Lalar mengakui jika sudah seminggu nelayan setempat tidak melaut. “Kami tidak berani turun melaut sudah hampir satu minggu ini cuaca sangat extrim tidak seperti tahun sebelumnya,” aku Ude—akrab pria yang sudah puluhan tahun melaut.

Jika tahun sebelumnya cuaca juga ekstrim, tapi nelayan masih bisa melaut meski hanya beberapa jam dan jangkauannya terbatas. Namun kali ini cuacanya sangat menakutkan karena anginnya kencang sepanjang hari disertai hujan lebat. “Meski hujannya sudah reda, anginnya masih bertiup kencang. Sebaliknya anginnya reda, hujannya sangat lebat,” imbuhnya.

Belum lagi kondisi ini diperparah dengan banyaknya ikan lumba-lumba di sekitar pantai yang membuat nelayan tidak bisa menurunkan jala. Sebab hasil tangkapan jala dimakan lumba-lumba dengan cara merusak jala. “Bila dipaksakan, bukannya dapat hasil malah merugikan kami,” ujarnya.

Ada beberapa rekannya memaksakan diri untuk melaut karena himpitan ekonomi. Perahu yang ditumpangi 6 orang terbalik digulung ombak. Beruntung para nelayan selamat tapi mesin perahu hanyut. “Kami hanya bisa berharap cuaca cepat membaik, karena dulunya kami yang menjual ikan tapi sekarang terpaksa kami yang membeli ikan yang datang dari Sumbawa,” kata Zainuddin. (HEN/SR)

iklan bapenda
Baca Juga  Sumbawa Tuan Rumah Konferensi Internasional Perubahan Iklim APO