Buka Akses, HIPMI Sumbawa Fasilitasi Pengusaha dan Perbankan

oleh -4 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (01/02/2017)

Meski cukup banyak lembaga keuangan di Indonesia namun perannya tidak banyak pengusaha khususnya di Kabupaten Sumbawa mengetahuinya. Hal ini yang menjadi salah satu factor minimnya akses para pengusaha tersebut terhadap lembaga keuangan. Karenanya Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Sumbawa berusaha menfasilitasinya dengan menggelar sosialisasi lembaga keuangan, Selasa (31/1) kemarin. Kegiatan yang dilaksanakan di Wisma Daerah Sumbawa dan dibuka Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah ini, dihadiri Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB, Ketua Jamkrindo Cabang Sumbawa, pihak Perbankan, serta para pengusaha.

amdal

Dalam laporannya, Ketua BPC HIPMI Kabupaten Sumbawa, Tri Satriawansyah MT menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan lembaga keuangan di Indonesia saat ini yang perannya belum banyak diketahui oleh pengusaha di Kabupaten Sumbawa. ‘’HIPMI tergugah untuk memfasilitasi para pengusaha untuk duduk bersama mendiskusikan informasi apa saja yang dibutuhkan terkait lembaga keuangan. Sehingga pengusaha bisa terakses dengan perbankan. Informasi yang saya terima, bahwa kebanyakan di Sumbawa itu pengusahanya masih mandiri. Jadi akses ke perbankan itu hanya beberapa saja, belum semuanya. Mungkin dari sini teman-teman pengusaha itu terakses, agar bisa mengembangkan usaha lebih baik dan Insya Allah terwujudnya Sumbawa yang Hebat dan Bermartabat,’’ tuturnya.

Ketua OJK NTB, Yusri
Ketua OJK NTB, Yusri

Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah mengharapkan kegiatan ini memberi kontribusi positif dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sumbawa.

Baca Juga  Perumda KSB Berlakukan Tarif Baru dan Berikan Subsidi untuk 10.000 Pelanggan

Lembaga keuangan, lanjut Wabup, khususnya lembaga perbankan memiliki peranan strategis dalam menggerakkan roda perekonomian di daerah. Dengan perkembangan perekonomian Kabupaten Sumbawa yang cukup pesat saat ini, dimana rata-rata laju pertumbuhan selama 5 tahun (2011–2015) cukup tinggi yaitu 6,46 persen per tahun, merupakan potensi yang cukup besar bagi lembaga keuangan untuk lebih berkontribusi dalam mendukung pembangunan perekonomian masyarakat melalui penyaluran kredit maupun dalam penyimpanan dana. “Pertumbuhan ekonomi suatu daerah memerlukan pola pengaturan pengolahan sumber-sumber ekonomi yang tersedia secara terarah dan terpadu serta dimanfaatkan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Menurut Wabup, beberapa hal yang masih dirasakan kurang dalam dunia perbankan adalah pemerataan aksesibilitas kepada masyarakat luas. Tentu hal ini menjadi perhatian bersama agar ke depan dapat dihilangkan dengan merevitalisasi kembali peran lembaga keuangan termasuk lembaga keuangan mikro melalui penyediaan paket-paket kredit yang bersahabat (Krabat) kepada semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Dengan tersedianya paket-paket kredit yang bersahabat tersebut, akan memberikan pilihan kepada masyarakat, khususnya masyarakat miskin untuk mengakses fasilitas yang disediakan dalam rangka membangun kemandirian bagi peningkatan kesejahteraan. ‘’Tahun 2017 ini, kami pemerintah Kabupaten Sumbawa telah mulai mengalokasikan anggaran sebesar Rp 15 miliar melalui APBD Kabupaten Sumbawa bagi subsidi penyediaan paket kredit sahabat (Krabat) untuk petani miskin. Tahun-tahun ke depan alokasi dana bantuan bagi masyarakat miskin akan diupayakan untuk terus ditingkatkan,’’ terangnya.

Baca Juga  Tiga Kali Jaksa Kembalikan Berkas Kasus BPR Sumbawa

Pada kesempatan ini, diharapkan lembaga keuangan di Kabupaten Sumbawa dapat ikut berperan aktif dalam membangun perekonomian di daerah, salah satunya melalui peningkatan kapasitas SDM bagi pelaku usaha kecil dan menengah dengan memberikan pembinaan dan bimbingan usaha di samping pemberian kredit usaha. ‘’Saya juga berharap agar lembaga keuangan selalu melakukan terobosan-terobosan sebagai upaya memberikan kemudahan aksesibilitas dalam pemberian jasa keuangan mengingat kondisi-kondisi lokal yang cukup beragam,’’ harap Wabup. (JEN/SR)

iklan bapenda