Wabup Sumbawa Dukung Kehadiran Ulama dan Raja Salman

oleh -2 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (31/01/2017)

Aliansi Pemuda Muslim Sumbawa (APMS) mendukung kedatangan Habieb Riziq ke NTB dan Raja Salman ke Indonesia, mendapat tanggapan positif Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H Mahmud Abdullah. Saat menerima para pengunjuk rasa di Kantor Bupati setempat, Selasa (31/1), Wabup menyatakan ulama memiliki peran dalam pembentukan negara ini. Karena itu tidak ada alasan menolak kehadiran para ulama di Kabupaten Sumbawa.

Wabup juga sangat mendukung kunjungan Raja Salman—Raja Arab Saudi ke Indonesia. Sebab masyarakat Indonesia apalagi Sumbawa memiliki kepentingan dengan Saudi Arabia yakni salah satunya menyangkut jamaah haji. “Tidak ada alasan menolak kedatangan tamu, apalagi para ulama dan Raja Salman. Kedatangan mereka harus kita sambut,” pungkasnya.

Wabup Dukung Demo 1Wabup Dukung demo 2

Sebelumnya, Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Muslim Sumbawa (APMS) mendukung kedatangan Habieb Riziq ke NTB dan Raja Salman ke Indonesia. Dukungan ini disampaikan melalui aksi demo dukung ulama yang digelar, Selasa (31/1).

Massa yang dipimpin Andi Rusni SE mengawali aksinya dengan melakukan longmarch dan sempat berorasi di Jam Gadang. Selanjutnya melanjutkan perjalanan dalam pengawalan ketat aparat kepolisian menuju Polres Sumbawa dan kantor Bupati. Dalam orasinya, massa menyatakan Habieb Riziq adalah imam besar umat Islam Indonesia. Setiap jengkal tanah Sumbawa siap menyambut dan menerima kehadiran para ulama. Massa juga mendukung penuh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia. Mereka siap menyambut kedatangan Raja Saudi Arabia, Salman yang berencana mengunjungi Indonesia.

Baca Juga  NTB Siap Dukung Suplai Pasokan Daging Nasional

Ketakutan terhadap Islam atau Islamofobia akhir-akhir ini ungkap Andi Rusni selaku komandan aksi, telah menerpa dunia dan Indonesia. Para ulama dikriminalisasi hanya karena Islam dianggap sebagai tembok penghalang kebangkitan sebuah faham yang bertentangan dengan dasar Negara Indonesia yaitu Pancasila.

Mantan Ketua HMI dan Presiden BEM UNSA yang disapa Andis ini menyebut ada segelintir orang yang mengatasnamakan masyarakat menolak kehadiran ulama di Sumbawa dengan cara menebar fitnah dan propaganda. Sumbawa tegas Andis, adalah daerah yang egaliter, terbuka dan menghormati para tamu. Tentu sangat bertentangan dengan adat istiadat serta norma yang berlaku di masyarakat Sumbawa apabila menolak ulama. Sebab, Sumbawa menjunjung tinggi falsafah adat berenti ko sara, dan sara berenti ko kitabullah. (JEN/SR)

iklan bapenda