Bayar Uang Pengganti, Tuntutan Terdakwa PNPM Lunyuk Ditunda

oleh -0 views
Kasi Pidsus Kejari Sumbawa, Anak Agung Raka PD SH
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (31/01/2017)

Tuntutan terhadap Tri Saputra–terdakwa kasus PNPM Lunyuk yang sedianya dibacakan JPU Kejaksaan Negeri Sumbawa, Rabu (1/2) besok, bakal ditunda. Hasil komunikasi dengan kejaksaan, terdakwa akan membayar uang pengganti. Besarnya sekitar Rp 46 juta.

amdal

Hal ini diakui Kajari Sumbawa melalui Kasi Pidsus, Anak Agung Raka PD SH, Selasa (31/1). Saat ditemui SAMAWAREA di ruang kerjanya, Agung Raka—sapaan singkatnya, tidak menampik penundaan itu dilakukan karena adanya kepastian terdakwa membayar uang pengganti dugaan hasil korupsinya paling lambat, Selasa (31/1) hari ini. “Sudah ada komunikasi dengan jaksanya, hari ini terdakwa akan membayar uang pengganti,” sebut Agung Raka.

Sebelumnya dari ratusan juta rupiah yang diduga diselewengkan sudah dikembalikan dalam bentuk rumah yang disita kejaksaan senilai Rp 300 juta. Artinya masih ada tersisa beberapa puluh juta yang akan diselesaikan terdakwa. “Jadi tuntutan akan ditunda pekan depan,” ucapnya.

Pembayaran uang pengganti ini jelas Agung Raka, menjadi pertimbangan JPU untuk menetapkan jumlah tuntutan. Sikap yang ditempuh terdakwa tersebut akan meringankan hukumannya. “Pembayaran uang pengganti bukan hanya meringankan tuntutan tapi menjadi pertimbangan majelis hakim untuk meringankan hukuman,” demikian Agung Raka.

Seperti diberitakan, Kasus PNPM Lunyuk mulai mencuat awal 2014 setelah pengurus UPK Tahun 2013 membobol dana PNPM sebesar Rp 1,6 miliar. Dana itu dicairkan namun tidak dialokasikan untuk melaksanakan program. Akibat adanya kasus ini program PNPM Lunyuk terpaksa dihentikan, dan pemerintah pusat telah menyatakan Lunyuk sebagai kecamatan bermasalah. Hasil penyelidikan, kejaksaan menetapkan seorang tersangka yakni Tri Saputra. Selain itu hasil perhitungan BPKP tercatat kerugian negara mencapai Rp 1,6 M. Untuk mengembalikan kerugian negara ini, kejaksaan sudah memblokir hasil penjualan aset tersangka dengan nilai sekitar Rp 300 juta. Sebagian lainnya sudah dikembalikan tersangka dan kini masih tersisa Rp 46 juta. Saat dihadirkan dan hendak ditahan, tersangka sempat kabur namun berhasil ditangkap satpam setempat. (JEN/SR)

KEJAKSAAN HUT SUMBAWA

 

iklan bapenda
Baca Juga  Bupati Sumbawa Minta Dua Kelompok di Ai Ampuk Berdamai