Tingkatkan PAD, SKPD Terus Didorong

oleh -0 views
Kepala Bidang Ekonomi BAPPEDA KSB, Mars Anugerainsyah
bankntb

SUMBAWA BARAT, SR ( 27/01/2017)

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada Tahun 2016 menurun. Karena itu pada Tahun 2017 ini, semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) didorong untuk terus manfaatkan setiap peluang pemasukan PAD, agar bukan hanya bisa menghabiskan uang tapi bisa menghasilkan uang.

amdal

Ditemui SAMAWAREA, Jumat (27/1) Kepala Bidang Ekonomi BAPPEDA KSB, Mars Anugerainsyah mengatakan, dalam upaya peningkatan PAD, semua SKPD telah dikumpulkan untuk dilakukan evaluasi. Sejumlah SKPD ini diajak berfikir bagaimana cara untuk mendapatkan PAD sebesar-besarnya dengan tidak melanggar aturan. “Jangan hanya bisa menghabiskan uang, minimal bisa mencari uang supaya siklus perputaran uang ini terus berjalan,” kata Mars—akrab birokrat muda ini disapa.

Untuk meningkatkan PAD ini banyak sekali yang harus dibenahi. Misalnya pajak retribusi parkir, yang sampai saat ini masih belum tertata rapi karna pembagian zona tempat parkir yang wajib bayar belum ditentukan dan belum maksimal. Harus ada petugas resminya. Kemudian pajak retribusi bagi rumah makan yang pajaknya akan dibayar oleh pengunjung. Ini juga harus didata.

Dalam mendukung peningkatan PAD, lanjut Mars, pemerintah tengah mengembangkan pariwisata. Sekarang ini sudah mulai berbenah dengan mengoperasikan wisata danau Lebo dengan sejumlah fasilitas atau sarana pendukung. Seperti sampan bebek yang bisa disewa masyarakat. Dalam waktu dekat ada ada bantuan playing fox dari provinsi untuk menarik kunjungan masyarakat. Daya tarik lainnya di lokasi Lebo, setiap minggu tampil band local.

Baca Juga  XL – Protelindo Kukuhkan Kerjasama

Kemudian di bidang pertanian, diupayakan ada lumbung yang bisa menampung hasil pertanian masyarakat, sehingga harga tidak anjlok. Contohnya jagung, ketika musimnya bisa mencapai belasan ribu ton sementara Bulog tidak mampu menampung sebanyak itu sehingga keluar dengan harga rendah. Begitu juga padi, KSB selalu surplus tapi selalu kekurangan beras. Ini karena tidak ada pengelolaan beras di KSB. Pihaknya juga akan mengoptimalkan keberadaan Rumah Potong Hewan (RPH) Poto Tano yang ditinggalkan pengelolanya akibat konflik internal. Secepatnya akan dicari pengganti atau pengelola baru. “Semua pajak yang diberikan masyarakat akan dipergunakan seluas-luasnya untuk pembangunan fasilitas yang lebih baik demi kesejahteraan masyarakat,” demikian Mars Anugerainsyah. (JEN/SR)

 

iklan bapenda