Klaim Tanah Adat, Tiga Warga Diamankan Kehutanan

oleh -9 views

SUMBAWA BESAR, SR (26/01/2017)

Tiga orang warga yang berasal dari Tabose dan Serange Kecamatan Lopok, diamankan pihak kehutanan, Kamis (26/1). Pasalnya, ketiga orang tersebut bercocok tanam di kawasan Ponto, Kecamatan Maronge. Aktivitas itu dilakukan karena mengklaim kawasan tersebut merupakan tanah adat.

Lahan Ponto Diklaim AdatLahan Ponto Diklaim Adat 1

Sebelumnya, warga Kecamatan Maronge mengajukan protes keras terhadap keberadaan tiga orang yang diketahui bernama Endung Doke dan Syarifuddin–keduanya warga Serange Desa Berora, dan A Wahab Rahman warga Tabose Desa Lopok. Protes sekaligus laporan ini direspon pihak kecamatan dan pemerintah desa setempat yang kemudian turun ke lapangan mengecek kebenarannya. Di lokasi mereka mendapati kegiatan perambahan kawasan yang dijadikan lahan pertanian. Lahan itu sudah ditanami jagung namun tidak dikelilingi pagar. Ketiga orang langsung diamankan pihak kehutanan. Setelah dimintai keterangan para perambah ini diminta membuat surat perjanjian tidak akan kembali lagi ke kawasan Ponto. Selanjutnya mereka dipulangkan. (BUR/SR)

HUT Sumbawa Kapolres

No More Posts Available.

No more pages to load.