Dukung Perbaikan Gizi, Galakan Makan Sayur dan Buah

oleh -2 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (26/01/2017)

Meski sudah lewat, namun kemeriahan Hari Ulang Tahun ke 58 Kabupaten Sumbawa masih terasa. Bertempat di RTH Taman Mangga, Rabu (25/1) kemarin, Wakil Bupati Sumbawa Drs H Mahmud Abdullah bersama anak-anak, para pelajar dan orang tua membaur untuk minum madu, dan minum tablet tambah darah. Selain itu pemberian bingkisan sayur, buah, telur dan garam beryodium, konseling gizi dan dietetik, serta menggelar bazar sayuran dan buah. Semua kegiatan yang diinisiasi Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa ini dalam rangka peringatan Hari Gizi Nasional ke-57 sekaligus Kampanye Peningkatan Konsumsi Sayur dan Buah serta Kampanye Mencegah Anemia pada Remaja Putri.

amdal

Kampanye Gizi

Kepala Dinas Kesehatan, Drs. H. Naziruddin, M.Si melaporkan, gizi merupakan salah satu masalah serius yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Biaya kemanusiaan dan ekonomi dari kekurangan gizi sangat luar biasa. Kondisi kekurangan gizi akan menyebabkan rendahnya kualitas SDM. Dari hasil pemantauan status gizi tahun 2015 diperoleh angka stunting sebesar 29 persen masih diambang batas nasional yaitu 20 persen. Laporan berbagai studi di Indonesia memperlihatkan masih tingginya prevalensi anemia gizi pada remaja putri yang berkisar antara 20 hingga 50 persen. Remaja putri termasuk kelompok yang rawan terhadap anemia, hal ini disebabkan karena kebutuhan zat besi wanita tiga kali lebih besar dari kebutuhan pria.

Demikian juga dengan konsumsi sayur dan buah, konsumsi masyarakat masih sangat rendah yaitu 57,1 gram/hari untuk sayur dan 33,5 gram/hari untuk konsumsi buah. Sedangkan anjuran konsumsi sayur dan buah yaitu 100 gram/hari. Kegiatan kampanye tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa/siswi tentang pola makan yang berpedoman pada gizi seimbang, meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja putri tentang pentingnya mengkonsumsi tablet tambah darah sejak usia remaja, meningkatkan kepedulian masyarakat luas tentang pentingnya perbaikan gizi pada usia anak dan remaja terutama pada remaja putrid. Selain itu meningkatkan dukungan dan peran serta semua pihak baik pemerintah maupun swasta untuk peduli pada kesehatan remaja putri sebagai sumber daya manusia Indonesia yang harus dilindungi karena potensinya yang sangat besar dalam upaya menciptakan kualitas generasi bangsa.

Baca Juga  Hasil Monitoring, Sekolah di Sumbawa Gunakan Dana BOS untuk Cegah Covid

Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah dalam sambutannya menyampaikan strategi untuk mengatasi masalah gizi. Adalah peningkatan pengetahuan masyarakat akan manfaat gizi, perbaikan kebiasaan makan, fortifikasi makanan dan pemberian suplementasi zat besi atau tablet tambah darah. Hal-hal tersebut merupakan cara yang efisien karena mudah didapat, efeknya cepat terlihat, dan harganya relatif murah sehingga terjangkau oleh masyarakat luas. Membiasakan konsumsi sayur dan buah juga penting dalam rangka memenuhi ketercukupan unsur serat yang dibutuhkan tubuh bagi proses metabolismenya.

Bila dikaitkan dengan ketersediaan sumber pangan sebagai bagian pendukung gizi, sesungguhnya Kabupaten Sumbawa tidak kekurangan. “Daerah ini punya laut yang cukup luas, kaya akan beraneka ragam ikan. Padi, jagung kita juga punya, bahkan kelebihan, sehingga harus dikirim ke luar daerah. Sapi, kerbau, dan kambing kita juga banyak yang mana susu maupun dagingnya dapat kita konsumsi. Kemudian hutan, selain menghasilkan kayu juga menghasilkan madu yang dikenal di luar daerah. Pada bulan tertentu buah mangga, pepaya, srikaya kita juga berlimpah. Yang kurang, mungkin sayur-sayuran. Yang saya rasa kurang pada masyarakat kita saat ini adalah pola konsumsi pangan tersebut secara berkelanjutan. Karena kurangnya pengetahuan mereka akan manfaat mengkonsumsi makanan yang bergizi,” beber Haji Mo sapaan akrab Wabup Sumbawa.

Kampanye Gizi 2

Kebiasaan masyarakat mengkonsumsi makanan cepat saji juga menurut Wabup, menjadi salah satu penyebab mengapa permasalahan gizi di daerah masih ada. Karenanya Ia sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan hari ini. Kegiatan ”kampanye makan buah dan sayur-sayuran serta madu” yang kemudian dibarengi dengan pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri yang kelak akan menjadi ibu. “Saya juga mendengar ada pemberian telur bagi anak sekolah. Hal ini mengingatkan saya pada kebiasaan masyarakat Sumbawa tempo dulu dimana minum madu dan makan telur adalah sebuah kebiasaan yang dilakukan oleh orang tua kita pada anak-anaknya. Dan kebiasaan tersebut sekarang sudah mulai hilang diganti dengan kebiasaan orang tua menyiapkan makanan cepat saji untuk anak-anaknya yang belum tentu mengandung unsur gizi yang cukup,” jelas Wabup.

Baca Juga  Diduga Diterlantarkan, Jumadin Gizi Buruk  

Karena itu upaya peningkatan kesehatan termasuk perbaikan gizi masyarakat harus dilakukan secara bersama-sama. Wabup mengajak semua pihak agar melalui momentum Hari Gizi Nasional menggerakkan perilaku untuk senantiasa mengkonsumsi sayur dan buah, telur maupun madu sebagai bagian menu harian bagi upaya perbaikan gizi. Kemudian membiasakan melakukan aktifitas fisik serta melakukan deteksi dini terhadap penyakit sebagai langkah pencegahan dan mengimbangi kelebihan asupan makanan. “Saya mengajak semua pihak untuk bekerjasama dalam mendukung terwujudnya gizi seimbang menuju bangsa sehat, berprestasi dan percepatan perbaikan gizi sehingga tercipta sumber daya manusia Sumbawa yang berkualitas dan berdaya saing,” demikian Wabup. (JEN/SR)

iklan bapenda