Bantah Cabuli Santriwati Ponpes, SJ Kaget Dipolisikan

oleh -1 views
SJ (30) warga Moyo Hulu membantah cabuli santriwati Ponpes
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (26/01/2017)

SJ (30) warga Kecamatan Moyo Hulu yang dilaporkan mencabuli santriwati Ponpes berinisial RS (17), memberikan klarifikasi. Ditemui di Polres Sumbawa, Kamis (26/1) SJ membantah tuduhan pencabulan tersebut karena dia tidak pernah melakukannya.

amdal

SJ menuturkan, AP (19) yang juga dilaporkan korban, tinggal di rumahnya di Kecamatan Moyo Hulu. Sebelum kejadian, AP ingin bertemu dengan korban. Keduanya memang pacaran dan selama ini korban kerap menghubungi AP via SMS. SJ mengaku sempat membaca SMS dari korban yang ditujukan ke AP. Dalam SMS itu korban menulis sudah menunggu AP dan meminta agar cepat datang. SJ pun mengantarkan AP yang ingin bertemu dengan korban di lingkungan Ponpes tersebut. Malam itu AP masuk ke Ponpes melalui pagar. Kebetulan saat itu korban membuang sampah dan dipanggil AP. SJ juga mengaku melihat AP menarik korban ke samping pagar lingkungan Pesantren. Selang beberapa menit, SJ masuk ke dalam pekarangan sekolah, melihat AP dan korban sedang berduaan. Karena kondisi gelap, AP langsung lari meninggalkan lokasi. Sementara korban lari menghampirinya. SJ berkata kepada korban agar tidak takut. Karena terkejut, korban kemudian mengangkat kepalanya. Kemungkinan, korban mengira SJ adalah guru di pondok pesantren tersebut. Ketika korban mengetahui SJ bukan gurunya, korban langsung lari sambil memanggil temannya. “Setelah itu saya langsung pulang ke rumah,” aku SJ.

Baca Juga  Rekonstruksi AMPPETAS Diwarnai Kesurupan

SJ mengaku tidak memiliki prasangka apa-apa terkait kejadian tersebut. Bahkan dia terkejut setelah mendengar korban melapor ke Polsek Moyo Hulu dan mengatakan pelaku dugaan pencabulan yang menimpanya sebanyak dua orang, termasuk dirinya.

Sementara Kapolsek Moyo Hulu, AKP Djoko Rahmat Santoso Gatot mengatakan, masih mendalami keterangan korban. Sebelumnya saat hendak diperiksa korban sempat syok. Untuk saat ini pihaknya masih menetapkan satu orang tersangka berinisial AP. Penyidik juga masih mendalami peran SJ dalam kasus tersebut. (JEN/SR)

HUT Sumbawa Kapolres

iklan bapenda