Irianto: Pemda Sumbawa Belum Serius Kembangkan Pariwisata

oleh -0 views
bankntb

MATARAM, SR (26/01/2017)

Potensi pariwisata di Kabupaten Sumbawa sungguh luar biasa. Sayangnya potensi itu tidak didukung keseriusan pemerintah daerah dalam mengembangkannya. Alam yang indah tapi fasilitas pendukung tidak memadai. Sepertinya Sumbawa belum siap untuk mengembangkan pariwisata. “Pemerintah daerah harus memikirkan hal ini bagaimana Sumbawa bisa maju,” kata Wakil Direktur (Wadir) Pam Obvit Polda NTB, Komisaris Besar Pol (Kombes Pol) Irianto Safruddin SH MH, Rabu (25/1).

amdal

Ia mencontohkan wilayah Tanjung Munangis yang kini menjadi perhatian karena adanya program Samota (penghubung Saleh, Moyo, Tambora). Tapi pemerintah belum memiliki konsep akan dijadikan apa wilayah tersebut. Orang Jepang kata Irianto—akrab putra Sumbawa ini disapa, sangat senang memancing. Pemda harus mengundang mereka tapi dengan catatan memberikan pelayanan yang terbaik. Keuntungan untuk daerah pasti ada, salah satunya daerah bisa dikenal. Ketika mereka sudah senang dengan kegiatan itu, para turis ini akan betah dan berlama-lama di Sumbawa. Artinya mereka akan membutuhkan penginapan dan makanan yang secara tidak langsung keberadaannya memberikan konstribusi dari sisi ekonomi. “Kalau Sumbawa mau maju, pemerintah harus mau dicubit. Jangan alergi sama kritikan. Yang nyubit dan kritik harus juga punya konsep dan wawasan,” ujarnya.

Banyak hal yang bisa ditonjolkan dalam mengembangkan pariwisata terutama yang menjadi cirri khas Sumbawa. Di antaranya adat istiadat, seperti istana dalam loka, barempuk, karapan kerbau, pacuan kuda dan tarian tradisional. Selain itu menata suatu destinasi pariwisata untuk menarik wisatawan local dan mancanegara. Memang diakui Irianto, pemerintah sudah melakukan tapi belum optimal.

Baca Juga  XL Hadirkan Aplikasi “LISA” untuk Tingkatkan Produktifitas

Pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata harus inovatif. Salah satu upaya adalah mengundang raja-raja di Indonesia membuat acara semacam silaturahmi, sehingga jalinan bisa lekat dan nuansa kebersamaan tidak hanya menjadi omongan semata. “Ini bisa kita jual, pasang baliho di setiap provinsi bahwa akan digelar pesta raja-raja di Sumbawa dalam rangka silaturahmi. Ketika mereka datang, diharuskan nginap di Sumbawa tidak boleh di Lombok. Karena mereka mengikuti kegiatan di lingkup Sumbawa,” ujar Irianto.

Saat itulah Sumbawa menggelar pesta adat budaya. Mengingat di Sumbawa semua suku ada, dan bisa menampilkan adat budayanya masing-masing. Keberagaman tersebut yang diperkenalkan kepada para raja-raja atau daerah luar bahwa semuanya satu keturunan tanpa ada perbedaan. “Jika ingin mewujudkan Sumbawa hebat bermartabat inilah solusinya. Dan untuk membangun pariwisata harus mengetahui langkah dan tujuan yang dicapai,” cetusnya.

Ia mengaku memiliki pengalaman di Makasar membuat suatu acara mempersatukan suku NTB yang ada di Makassar. Yaitu membentuk Ikatan Keluarga Besar Pulau Sumbawa yang hajatnya mempersatukan dan memperkuat silaturahim agar tidak ada yang mengatakan orang Bima, Dompu, Sumbawa dan KSB, tapi satu dalam orang Pulau Sumbawa. (JEN/SR)

Kombes Irianto Iklan

iklan bapenda