Kakak Beradik Otak Pembunuhan Divonis 16 Tahun Penjara

oleh -105 views
Saat rekonstruksi pembunuhan Agus Widodo

SUMBAWA BESAR, SR (23/01/2017)

Kakak beradik, Barat dan Pebo, divonis hukuman selama 16 tahun penjara, Senin (23/1). Hukuman cukup berat yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sumbawa ini, karena keduanya merupakan otak pembunuhan Agus Widodo, warga Kampung Mande, Kelurahan Bugis, Sumbawa, 3 April 2016 lalu. Sedangkan tiga rekannya, Peco, Rodes dan Uhud, divonis 7 tahun penjara. Persidangan tersebut berlangsung dalam pengamanan ketat puluhan aparat kepolisian Polres Sumbawa. Dari awal hingga akhir persidangan yang dipadati para pengunjung ini, berlangsung aman dan lancar.

Humas PN Sumbawa, Reza Tyrama SH yang juga Ketua Majelis Hakim mengatakan, pembacaan vonis terhadap lima terdakwa ini dilakukan secara terpisah mengingat berkas perkaranya juga dipisah. Untuk terdakwa Pebo dan Barat dijadikan satu berkas. Karena keduanya merupakan otak dari kasus penganiayaan yang menyebabkan tewasnya Agus Widodo. Sementara tiga terdakwa lain, displit menjadi tiga berkas. Ketiganya hanya berperan menggiring korban ke TKP tepatnya simpangan PLN Sumbawa.

Saat rekonstruksi pembunuhan Agus Widodo
Saat rekonstruksi pembunuhan Agus Widodo

Berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan, ungkap Reza, kasus ini merupakan pembunuhan berencana. Sebelumnya, ada pertemuan yang dilakukan oleh para pelaku di warung milik Barat. Saat itulah Barat menceritakan kekesalannya terhadap korban. Akhirnya, muncul rencana menghabisi nyawa korban.

Terkait putusan terhadap terdakwa, Reza menyebutkan lebih ringan satu tahun dari tuntutan JPU. Sebab, perkara yang melibatkan mereka ini tergolong sadis dan berat. Atas putusan itu para terdakwa menyatakan pikir-pikir. “Masih ada waktu selama tujuh hari sejak putusan ini dibacakan bagi terdakwa dan JPU untuk menyatakan sikap,” ujarnya.

Baca Juga  Gelar Razia, Polres Sumbawa Libatkan Tokoh Agama dan Lintas Etnis

Seperti diberitakan, Agus Widodo (24) tewas mengenaskan. Warga yang tinggal di Jalan Kerato, Kampung Mande, Kelurahan Bugis ini menemui ajal akibat ditebas para pelaku di sebuah warung kopi depan kantor PLN Area Sumbawa, sekitar pukul 00.30 Wita. Korban sempat dilarikan ke RSUD Sumbawa untuk mendapat perawatan medis. Namun luka menganga di sekujur tubuhnya membuat dokter dan para perawat tak mampu berbuat banyak. Kasus ini bermula ketika korban bersama temannya duduk sambil menyeruput kopi di sebuah warung depan kantor PLN Sumbawa. Tanpa diduga datang pelaku dengan parang terhunus langsung menyerang korban. Dalam kondisi tidak siap korban menjadi bulan-bulanan dan tak terhitung parang mendarat di sekujur tubuhnya. Selanjutnya pelaku kabur meninggal korban yang sekarat. Korban sempat dilarikan ke IGD RSUD Sumbawa, tapi jiwanya tak bisa tertolong. (JEN/SR)

HUT Sumbawa Kapolres

KEJAKSAAN HUT SUMBAWA

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.