Festival Seni Lintas Etnis Gambaran Kerukunan di Sumbawa

oleh -24 views
Pesta rakyat lintas etnis di Kabupaten Sumbawa Tahun 2017 lalu

SUMBAWA BESAR, SR (22/01/2017)

Membangun semangat dan kebersamaan serta persaudaraan, bisa diwujudkan dengan berbagai cara. Salah satunya kegiatan Festival Kuliner dan Seni Lintas Etnis. Kegiatan yang digagas purna KNPI Sumbawa yang dilaksanakan di Taman Mangga, Minggu (22/1), dibuka langsung oleh Wakil Gubernur NTB, H. M. Amin, SH.,M.Si. Festival ini, diikuti semua perwakilan etnis yang tinggal di Kabupaten Sumbawa. Masing-masing etnis, menempati stand yang sudah disiapkan di lokasi tersebut. Mereka menampilkan berbagai jenis kuliner khas masing-masing. Selain itu, mereka juga menampilkan kesenian dari berbagai etnis. Di antaranya, NTT, Madura, Minang, Jawa, Bali, Lombok, Bima, Tionghoa, Arab, dan Sumbawa.

Wakil Gubernur NTB, H. M. Amin, SH mengatakan, menjaga kesatuan dan persatuan di Tana Samawa dengan seluruh warga masyarakat dari berbagai komponen adalah hal yang harus dilakukan oleh semua pihak. Di NTB ada tiga suku besar, yakni Suku Sasak, Samawa dan Mbojo. Tetapi, hampir semua suku, etnis yang ada di Indonesia ini hidup di Kabupaten Sumbawa. ‘’Ini sebagai modal untuk kita membangun. Karena itu, sekali lagi, ini merupakan suatu contoh bagi daerah lainnya di NTB,” ujar mantan Ketua DPRD Sumbawa ini.

Festival lintas etnis

Menurut Wagub, pemerintah daerah bersama masyarakat harus berkomitmen dan bersatu serta bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban. Kegiatan seperti ini harus dibudayakan dan diteruskan di masa-masa yang akan datang pada setiap momennya. Seluruh lapisan juga harus berkomitmen untuk memelihara dan menjaga kesatuan dan persatuan.

Baca Juga  Bandara Ngurah Rai Dibuka Kembali Jam 14.30 Wita

Sementara itu, Bupati Sumbawa, H.M. Husni Djibril, B.Sc mengapresiasi kegiatan yang digagas purna KNPI Kabupaten Sumbawa. Menurutnya, festival ini dilaksanakan untuk membangun semangat kebersamaan dan persaudaraan. Karena siapapun dan darimanapun asalnya, jika sudah tinggal di Sumbawa dan hidup dalam semangat untuk membangun, adalah orang Sumbawa. ‘’Inilah wujud keberagaman. Jadi siapapun, organisasi apapun di Kabupaten Sumbawa ini bisa melaksanakan kegiatan serupa dalam bentuk dan jenis yang berbeda. Namun esensinya tetap  dalam bingkai keberagaman demi NKRI,’’ tegasnya.

Dari Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) juga memberikan penilaian yang sama. Menurut Syukri Rahmat S.Ag—pengurus LATS, sejak jaman kesultanan sudah didiami oleh berbagai etnis. Bagaimana Kesultanan Sumbawa menjamin berbagai etnis untuk tinggal rukun di Kabupaten Sumbawa. Tidak heran kemudian di Kabupaten Sumbawa dijumpai kampung Jawa, Bali, Bugis, Madura, Kampung Timor, Sasak, Karang Arab, Tionghoa dan lain-lain.

Festival lintas etnis 2

Ketua panitia kegiatan, Agus Heryanto mengatakan apa yang dilakukan oleh purna KNPI ini bisa dilakukan oleh siapa saja. Dia meyakini ke depan akan ada penyelenggraan serupa baik yang akan dilakukan oleh purna KNPI maupun organisasi lainnya. Sebab sebagai bagian dari warga Kabupaten Sumbawa, merasa berkepentingan untuk ambil bagian membantu pemerintah dalam berbagai hal. Termasuk dengan penyelenggaraan festival seni budaya dan lomba masakan kuliner ini. Meski purna KNPI juga akan menyelenggarakan lagi pada momen lain, bisa akan lebih disempurnakan baik lokasi maupun jumlah stand. ‘’Secara pribadi saya merasa salut dengan visi bersama teman-teman dari berbagai etnis di Sumbawa ini. Satu hal misalnya, masakan khas yang disajikan adalah gratis. Jadi masyarakat bisa menikmati berbagai kuliner sesuai dengan selera masing-masing. Antusias masyarakat dengan kegiatan ini sangat tinggi. Sehingga sejak pagi hingga siang masyarakat membludak menyerbu semua stand. ‘’Inilah pesta rakyat sesungguhnya,’’ cetus Agus.

Baca Juga  Terakhir Menjamu Ketua MPR dan Wakil Ketua DPR, Wisma Terbakar

Maria, salah seorang peserta yang mengaku sudah lama tinggal dan betah di Sumbawa menilai kegiatan festival seni lintas etnis yang melibatkan semua etnis di daerah ini sangat positif. Itu adalah gambaran bagaimana keberagaman serta kerukunan semua etnis di Tana Samawa. ‘’Moga kegiatan seperti ini dilaksanakan setiap tahun,’’ sarannya. (JEN/SR)

KONI HUT SUmbawa

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.