OPD Membengkak, KSB Bakal Tambah Aset

oleh -9 views
PLT Kepala Badan Pendapatan Aset Pengarsipan KSB, M Yusuf

SUMBAWA BARAT, SR (20/01/2017)

Meski beberapa kewenangan daerah yang berkaitan dengan kelautan, kehutanan, energi sumber daya mineral, SMA sederajat, telah ditarik pusat dan provinsi, namun penambahan asset pasti akan terjadi. Pasalnya di waktu yang hampir bersamaan diberlakukan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) baru. Dengan OPD ini tidak lagi kepala kantor dan kepala satuan melainkan kepala badan dan kepala dinas yang memiliki persyaratan minimal tipe terendah yaitu tipe C memiliki 3 bidang. Ditambah lagi dengan penyesuaian PP No. 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah yang disesuaikan dengan nomenklatur pemerintah pusat sehingga OPD baru di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) semakin membengkak. Dengan bertambahnya OPD, diikuti dengan penambahan asset.

PLT Kepala Badan Pendapatan Aset Pengarsipan KSB, M Yusuf yang ditemui SAMAWAREA, Kamis (19/1) mengatakan membengkaknya perangkat daerah ini dipicu Perda No. 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah turunan dari PP No. 18 tahun 2016. Dengan kebijakan ini, terjadi perubahan OPD. Ada OPD yang dihapus karena kewenangannya diambil pusat, ada yang dipisah dan ada juga yang bergabung. Dengan kondisi ini pasti akan berimbas kepada perubahan aset yang kemungkinan besar akan bertambah seiring dengan bertambahnya OPD baru.

Untuk persiapan, ungkap Yusuf, saat ini dilakukan verifikasi dan identifikasi asset. Aset per dinas akan diinventarisasi ulang, kekurangan dan kelebihannya nanti akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. “Kami tetap berkoordinasi dengan Bidang Aset sampai terbentuknya database aset per dinas,” imbuhnya.

Baca Juga  Tender Fisik Anggaran 2020 Bisa Dilakukan di Akhir 2019

Mengenai pegawai yang dimutasi dan membawa serta aset dari penempatan lama ke penempatan baru, Yusuf mengakuinya. Asset yang dibawa itu dalam status meminjam hingga ada pengadaan kembali. Misalnya, Kepala Bappeda yang membawa kendaraan dinas saat dia menjabat Kadis Kesehatan. Ini diberikan toleransi dan batas waktu. “Semuanya diinventarisir. Boleh meminjam tapi jangan terlalu lama, ada batasnya,” tukasnya. (HEN/SR)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.