Calon Karyawan Waiting List PTNNT Gedor DPRD KSB

oleh -60 views

SUMBAWA BARAT, SR (19/01/2017)

Puluhan calon karyawan dari 250 orang yang berada di daftar tunggu (waiting list) rekrutan PTNNT (sebelum PT.AMNT) mendatangi Komisi I DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Kamis (19/1). Kedatangan mereka untuk meminta kejelasan nasibnya yang sudah bertahun-tahun menunggu. Pasalnya dengan adanya akuisisi saham PT Newmont ke PT AMI, tentu akan mempengaruhi kebijakan sebelumnya. Sangat wajar jika permasalahan ini menjadi perhatian pemerintah dan manajemen perusahan tersebut. Hearing yang difasilitasi Komisi I ini menghadirkan Kepala Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KSB, Abdul Hamid.

Juru bicara calon karyawan “waiting list” Roni mengaku mereka sudah enam tahun menunggu dalam ketidak-pastian. Selama ini mereka dijanjikan PTNNT akan dipekerjakan. Karena itu dengan adanya manajemen baru ini, mereka ingin menagih janji dan komitmen perusahaan terdahulu untuk direalisasikan manajemen baru.

Kadisnakertrans KSB, Abdul Hamid dan Anggota Komisi I DPRD KSB, M Hatta
Kadisnakertrans KSB, Abdul Hamid dan Anggota Komisi I DPRD KSB, M Hatta

Menanggapi hal itu, Kadisnakertrans, Abdul Hamid mengaku sudah memperjuangkan nasib calon karyawan waiting list tersebut dengan mendatangi manajemen perusahaan baru (PT AMNT). Pihaknya menemui Manager HRD PT. AMNT, Dadang untuk memastikan nasib calon karyawan peninggalan PTNNT. Manager setempat mengaku telah menyampaikannya kepada pimpinan  tertinggi terkait kebijakan perusahaan lama bahwa ada waiting list yang dijanjikan akan dipekerjakan di perusahaan tambang emas dimaksud. Namun hingga kini belum ada jawaban dari manajemen pusat. Hal ini mengingat dari pimpinan manajemen setingkat direktur adalah orang baru.

Baca Juga  Otda Spirit untuk Kesejahteraan Rakyat

Sementara Anggota Komisi I DPRD, M Hatta juga mengakui telah menindaklanjuti aspirasi karyawan waiting list dengan bersurat kepada PT AMNT untuk hadir dalam rapat dengar pendapat di DPRD KSB. Beberapa kali disurati, sampai sekarang belum dipenuhi perusahaan dengan alasan yang tidak jelas. Sikap PTAMNT yang dinilai tidak menghargai lembaga rakyat itu membuatnya tersinggung. “PT AMNT terkesan menutup ruang komunikasi dengan DPRD. Padahal masalah waiting list terus bergulir dan kekesalan masyarakat selalu ditumpahkan kepada kami di sini. Kami sudah berusaha tapi belum ada itikad baik PT AMNT untuk memenuhi undangan kami,” demikian Hatta. (HEN/SR)

No More Posts Available.

No more pages to load.