SEKTOR PERTANIAN TERANCAM

oleh -15 views
Novi Dewi Sartika, S.T.P., M.Si

Oleh: Novi Dewi Sartika, S.T.P., M.Si

(Dosen Fakultas Pertanian di Universitas Cordova Kabupaten Sumbawa Barat)

Akhir-akhir ini begitu banyak problematika yang dihadapai oleh rakyat Indonesia. Problematika ini lahir dari sebuah kebijakan pemerintah yang menyetujui penerapan UU No. 7 tahun 2014 sebagai bentuk strategi menghadapi pemberlakuan AEC 2015 (ASEAN Economic Community) atau lebih dikenal dengan MEA. Sebelum berlakunya kebijakan ini, bangsa Indonesia dibingungkan dengan berbagai opini di masyarakat, apakah MEA merupakan tantangan atau ancaman bagi masyarakat Indonesia.

Penerapan kebijakan MEA oleh pemerintah mengakibatkan tenaga kerja asing membludak di negeri ini.  Sesuai fakta, bahwa tenaga kerja asing yang mendominasi di Indonesia adalah warga negara Cina dan Tiongkok. Tidak semua tenaga kerja dari Cina dan Tiongkok memiliki skill atau keahlian di bidangnya, karena sesuai yang diberitakan di media massa dan elektonik bahwa tenaga kerja asing ini menjadi buruh atau pekerja kasar.

Banyaknya tenaga kerja asing yang berdatangan ke Indonesia mengakibatkan seluruh aspek kehidupan terancam, tidak terkecuali di bidang pertanian. 8 November 2016, petugas Imigrasi Bogor menemukan empat warga Cina melakukan aktivitas penanaman cabai yang berbakteri. Setelah diselidiki dan ditindaklanjuti oleh badan karantina pertanian ternyata benih cabai yang diproduksi warga Negara Cina positif terinfestasi bakteri Erwinia chrysantemi. Bakteri ini termasuk jenis bakteri pengganggu tanaman golongan A1 dan sangat berbahaya. Tindakan awal pemerintah dari kejadian ini hanya membasmi dan memusnahkan bakteri Erwinia chrysantemi agar tidak tersebarluas, tetapi belum ada tindakan yang menyentuh akar permasalahan, karena tidak menutup kemungkinan kejadian seperti ini akan terulang kembali.

Baca Juga  Unik, Nelayan Bungin Upacara HUT RI di Tengah Laut

Hal ini bukan kejadian yang sederhana, tetapi bila dianalisis, ini merupakan penjajahan  model baru yang perlu diwaspadai. Membunuh pertanian sama artinya membunuh bangsa, karena dunia pertanian merupakan ujung tombak keberlangsungan hidup masyarakat, termasuk di Indonesia. Kejadian ini seharusnya menjadi tamparan keras buat pemerintah akan kebijakan yang telah diberlakukan. Selain itu, melalui kebijakan ini warga Cina dan Tiongkok tidak membuang kesempatan untuk menyebarluaskan ideologi komunis-kapitalis yang diembannya guna menguasai bangsa ini. Berbagai strategi pun dijalani, termasuk lewat pertanian. Jadi, bukan masalah etnis atau SARA ketika menyebut Cina atau Tiongkok, tetapi ini sudah menyangkut pertarungan ideologi dunia. Perlu diketahui hanya ada tiga ideologi di dunia, yaitu komunis, kapitalis dan Islam. Ketiga ideologi  ini sangat berbeda dan bertolak belakang. Maka dari itu, kita wajib menjaga keutuhan bangsa dari berbagai ancaman penjajahan asing. (*)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.