Ini Ambisi 100 Hari Kerja Kadis Pariwisata KSB

oleh -6 views
Kepala Dinas Pariwisata KSB, IGB Subawanto

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN BAG. HUMAS DAN PROTOKOL SETDA SUMBAWA BARAT

Siap Tuntaskan Dua Program Besar 

SUMBAWA BARAT, SR (16/01/2017)

Paska mutasi besar-besaran, Dinas Pariwisata Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dipimpin IGB Subawanto. Sebagai nakhoda baru, mantan Kepala Dishutbuntan tentu memiliki target kinerja. Ada dua kegiatan besar yang harus diselesaikannya dalam waktu 100 hari kerja. Adalah pengelolaan Pantai Poto Batu dan Mantar sebagai desa budaya dan lokasi paralayang.

Ditemui SAMAWAREA belum lama ini, IGB Subawanto mengatakan pasca mutasi dia langsung action. Ia ingin mengadopsi pengelolaan Kota Batu Malang yang sangat terkenal dengan wisata pengunungannya. Saat bersama Wakil Bupati berkunjung ke sana, dia mendapat penjelasan dari Walikota dan Kadis Pariwisata setempat, bahwa harus fokus mengelola satu obyek saja dengan sarat keseriusan, sehingga bisa menjadi daya tarik wisatawan. Jika sudah sukses baru disesuaikan dengan kebutuhan pengunjung. “Dari studi banding ini langsung terbersit di pikiran saya akan mengelola Pantai Poto Batu dan Mantar sebagai Desa Budaya dan tempat Paralayang,” katanya.

Poto Batu akan dipermak dan ditata sedemikian rupa, dibuatkan taman dengan hiasan yang indah di sepanjang gundukan tanah jalan trotoar mengelilingi pantai. Selain itu melengkapi obyek dengan fasilitas pendukung seperti kamar mandi, musholla, lampu taman dan babana boat. Sempat direncanakan membuat rumah makan apung tapi kondisi ombak yang cukup besar sehingga dialihkan ke Pantai Poto Tano yang kebetulan titik star menuju wisata hulu Pulau Kenawa.

Baca Juga  Sambangi Warga Tak Mampu, ini yang dilakukan Bhabinkamtibmas Brang Kolong

Sementara Mantar, diakui sudah banyak pengunjung. Sayangnya tidak memberikan nilai tambah dari segi ekonomi bagi masyarakat setempat. Muncul idenya, akan mencontoh Gili Air dengan membuat jalan wisata pegunungan yang mengelilingi Desa Mantar. Jika ini telah dibangun, akan ada peraturan bahwa setiap pengunjung tidak boleh membawa mobil dan sepeda motor ke Mantar. Untuk mencapai Mantar, masyarakat akan menyediakan kuda yang tentunya lebih asyik dan menantang. Artinya masyarakat akan dilibatkan dalam pengelolaannya sehingga ada nilai tambah. “Kedua program ini saya targetkan tuntas di 100 hari kerja saya sebagai kepala dinas. Anggaran yang dialokasikan untuk merealisasikannya sekitar 1 milyar rupiah yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK),” demikian Subawanto. (HEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.