Gara-gara Keputusan SMAN 1 Sumbawa, GHR Terancam Putus Sekolah

oleh -85 views

SUMBAWA BESAR, SR (16/01/2017)

Saat anak seusianya berkemas ke sekolah dengan wajah berseri, GHR hanya duduk di rumah, termenung tak bersemangat. Remaja ini tampak sedih setelah dikeluarkan dari SMA Negeri 1 Sumbawa. Dia sangat kecewa tidak bisa melanjutkan pendidikannya di sekolah yang sangat dicintainya. Di satu sisi dia tidak diijinkan mengikuti kegiatan sekolah, di sisi lain belum ada kejelasan dari sekolah mengenai kelanjutan pendidikannya. Menurut keputusan sekolah, GHR dimutasi. Ironisnya, SMAN 1 Sumbawa yang dikenal sebagai sekolah favorit ini belum menentukan sekolah mana GHR akan ditempatkan. “Saya sudah tidak ingin melanjutkan sekolah lagi,” ujarnya lirih.

Dia mengaku telah berbuat salah karena mengkonsumsi tramadol bukan narkoba seperti yang diisukan selama ini. Ini karena memang dia salah pergaulan dan pengaruh lingkungan. Saat itu GHR terjaring pihak sekolah membawa tramadol. Bukannya dia dibina, tapi langsung diserahkan kepada pihak kepolisian Polres Sumbawa dan selama beberapa hari diamankan. “Saya sungguh syok saat itu. Baru pertamakali berurusan dengan pihak kepolisian. Padahal saya baru sekali itu diketahui membawa tramadol oleh pihak sekolah,” katanya.

Tapi keinginan untuk sekolah di SMAN 1 Sumbawa sangat besar. Terbukti, setelah beberapa hari diamankan polisi, dia langsung masuk sekolah. Kebetulan saat itu pelajaran olahraga. Dia sangat bahagia bisa berkumpul bersama teman-temannya. Dan sebaliknya temannya sangat mendukung kehadirannya. Ketika guru olahraga melakukan absensi siswa, nama GHR tidak disebutkan. Ternyata dia sudah dicoret dari daftar absensi. Namanya sudah diganti oleh seorang siswi dari IPS 2 yang dipindahkan ke IPS 1. Dari informasi, siswi yang menggantikannya itu putri dari guru di SMAN 1 Sumbawa. Teman-teman GHR sempat menanyakan masalah tersebut, oleh guru dimaksud mengarahkannya untuk menanyakan kepada guru lainnya. GHR yang memiliki semangat tinggi untuk bersekolah ini, menemui guru tersebut. Guru tersebut menyarankannya untuk pulang, karena dia sudah tidak tercatat sebagai siswa di sekolah itu. Keputusan dewan guru bahwa dia dimutasi ke sekolah lain. Saat ditanya ke sekolah mana, guru itu meminta agar orang tuanya yang mencarikan sekolah tersebut.

Baca Juga  Sumbawa Tuan Rumah Konferensi Internasional Perubahan Iklim APO

GHR berharap diberikan kesempatan pertama karena dia telah berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. GHR juga berharap ada keadilan, karena ada siswa lain yang juga tertangkap membawa tramadol tidak diberikan sanksi seperti dirinya. Siswa itu tidak diserahkan ke polisi, dan tidak dikeluarkan dari sekolah. Siswa dimaksud sampai sekarang masih tetap menjadi siswa SMAN 1 Sumbawa. “Kenapa saya diperlakukan tidak adil. Kenapa sekolah berlaku kejam. Saya ingin seperti siswa itu yang diberikan kesempatan dan pembinaan,” kata GHR sedih.

Sementara itu Kepala SMAN 1 Sumbawa, Fahrizal S.Pd M.Pd yang dikonfirmasi via SMS sejak Minggu (15/1) kemarin, hingga saat ini belum memberikan jawaban. SAMAWAREA menanyakan apakah sudah dilakukan pembinaan terhadap GHR. Selain itu menanyakan soal siswa lain berinisial AR—Kelas 10 yang juga kedapatan membawa tramadol tapi tidak diperlakukan sama seperti GHR. (JEN/SR)

No More Posts Available.

No more pages to load.