LPA NTB Ancam Pidanakan Kepala SMAN 1 Sumbawa

oleh -14 views
SMAN 1 Sumbawa Besar

SUMBAWA BESAR, SR (14/01/2017)

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengancam akan mempidanakan Kepala SMA Negeri 1 Sumbawa jika tetap mengeluarkan GHR—siswa setempat karena alasan melanggar tatatertib sekolah. Hal ini ditegaskan Ketua LPA NTB, Joko Jumadi kepada SAMAWAREA di Mataram dalam menyikapi perlakuan tidak adil pihak sekolah terhadap siswanya, Jumat (13/1).

Saat ini LPA NTB mendesak pihak sekolah agar patuh pada peraturan perundangan yang berlaku. Namun, apabila sekolah masih ngotot maka terpaksa jalur hukum administratif dan hukum pidana akan ditempuh. “Jika sekolah tersebut benar mengeluarkan GHR tanpa mencarikan alternatif kelangsungan pendidikan anak dan menyalahi aturan lebih jauh, LPA akan mengusut masalah ini hingga tuntas sekalipun harus menempuh jalur hukum,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa langkah hukum itu diambil karena telah memenuhi unsur pelanggaran Perda nomor 8 tahun 2015, di samping peraturan lainnya.

Sementara Burhanuddin orang tua GHR mengaku prihatin akan kondisi anaknya yang kini tidak lagi bersemangat untuk melanjutkan pendidikannya pasca dikeluarkan dari SMAN 1 Sumbawa. Seharusnya kata Burhan, sekolah atau guru melindungi, mendidik, membimbing siswanya agar menjadi pribadi yang lebih baik. “Sekolahkan rumah kedua bagi anak-anak kita dan guru adalah orang tua kedua yang harus melindungi, membimbing, mendidik bukan malah menekan mental, mencari kesalahan dan pihak sekolah terkesan menelantarkan anak kami,” kata suami dari Mike Ema ini lirih.

Baca Juga  Bupati Sumbawa: Bangun Generasi Muda Islam yang Qur’ani

Bur berharap LPA dapat membantu sekaligus memberikan solusi terbaik demi kelanjutan pendidikan putranya. “Semoga semuanya selesai dengan solusi terbaik. Saya hanya ingin bagaimana anak saya bisa bersekolah lagi dan menemukan masa depannya,” pintanya. (NA/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.