Bupati: Jika Ada Oknum ASN Jual Beli Jabatan, Saya Pecat

oleh -9 views

SUMBAWA BESAR, SR (05/01/2017)

Jual beli jabatan dalam mutasi menjadi tranding topic menyusul tertangkapnya Bupati Klaten oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Isu jual beli jabatan pun merebak, tak terkecuali isu tersebut menerpa pemerintahan Husni—Mo (Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa) yang baru saja menggelar mutasi besar-besaran.

Bupati Sumbawa, H.M. Husni Djibril B.Sc yang dikonfirmasi SAMAWAREA, Kamis (5/1) pagi tadi, memastikan mutasi yang telah berlangsung telah sesuai dengan aturan main yang ada. Bupati yang juga politisi PDIP itu tak ambil pusing dengan adanya isu jual beli jabatan oleh oknum-oknum tertentu di lingkaran pemerintahan. Bahkan Bupati menantang siapa saja yang memiliki informasi dan bukti tentang adanya jual beli jabatan tersebut untuk segera melapor kepadanya secara langsung. Jika informasi itu benar, oknum aparatur yang terlibat akan dipecat. “Siapapun dia, jika ada informasi dan bukti, saya proses dan saya pecat,” tukasnya.

Ketika disinggung adanya kekeliruan nama dan jabatan pada dua kali mutasi Bulan Desember 2016 kemarin sehingga ada beberapa pejabat yang nonjob, dan dialihkan ke jabatan fungsional, Bupati menyatakan suatu hal yang wajar karena manusia tidak lepas dari kekeliruan. “Jumlah pejabat yang dilantik cukup banyak, jadi wajar jika ada kekeliruan satu atau dua orang,” aku Bupati.

Namun demikian kekeliruan itu langsung disikapi dengan melakukan revisi dan membuat SK baru. Misalnya kekeliruan nama ASN yang belum waktunya naik jabatan karena syaratnya belum cukup namun pada mutasi jabatannya dinaikkan. “Ini yang direvisi dan dibuat SK baru,” demikian Bupati. (JEN/SR)

No More Posts Available.

No more pages to load.