900 Warga di Kota Bima Masih Mengungsi

oleh -2 views
anak-anak korban banjir di Kota Bima kembali ceria

BIMA, SR (04/01/2017)

Pemerintah Kota Bima mencatat jumlah penduduk yang mengungsi akibat banjir bandang hingga Selasa (3/1) sekitar 900 orang yang tersebar di sembilan titik posko pengungsian. Plt Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Syahrial Nuryadin mengatakan, akan ada pendataan ulang jumlah pengungsi di setiap posko pengungsian pada Rabu (4/1) dan juga mengecek kebutuhan di tiap posko pengungsian, serta melakukan koordinasi dengan klaster logistik untuk pemenuhan kebutuhan tersebut. “Akan ada bantuan dari Kemensos yang akan didistribusikan hari ini berupa makanan kalengan, perlengkapan selimut, dan lain-lain,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima media ini di Mataram, Rabu (4/1).

Ia menyampaikan, stok kebutuhan pokok masih mencukupi. Hal ini terlihat dari mulai berkurangnya pengambilan logistik di posko utama sehingga sejumlah dapur umum ditutup. Meski demikian, koordinasi terus dilakukan terkait kebutuhan pengungsi, termasuk dengan Camat dan Lurah. Selain itu, pihaknya juga terus memberikan pelayanan bagi warga yang datang meminta bantuan ke posko utama. Untuk klaster kebersihan, ia katakan, total sampah yang sudah diangkut hingga kemarin mencapai 65 persen dari total sampah keseluruhan yang berada di jalan-jalan, gang, hingga rumah.

Menurutnya, permasalahan yang dihadapi adalah daya tampung TPS di belakang SPBU Ama Hami yang terbatas. Sebagai solusinya, sampah-sampah tersebut dilimpahkan ke TPS di sebelah selatan Wadu Mbolo. “Untuk sekolah, masih ada yang membutuhkan penangan khusus antara lain SDN 55, MTs Padolo, SMA 4 dan SMP 8. Puskesmas yang belum bersih tinggal Puskesmas Paruga,” kata Syahrial.

Baca Juga  Minat ke Saudi Tinggi, Moratorium Belum Dicabut

Upaya pembersihan hari ini difokuskan di Pasar Raya lama untuk memulihkan aktivitas perekonomian masyarakat serta pembersihan sekolah-sekolah yang belum tuntas. (NA/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.