Ketua Nasdem Sumbawa: Kerja Proyek Jangan Asal-asalan

oleh -8 views

SUMBAWA BESAR, SR (03/01/2017)

Ketua Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kabupaten Sumbawa, H Asaat Abdullah ST mendesak DPRD Sumbawa melalui Komisi teknis untuk turun ke lapangan melakukan monitoring atau pengawasan terhadap adanya indikasi sejumlah proyek fisik yang dikerjakan secara asal-asalan. Pasalnya ada sejumlah proyek fisik tahun anggaran 2016 yang tidak selesai tepat waktu. “Kontraktor lebih mengejar waktu agar bisa selesai tepat waktu untuk menghindari denda yang diberikan pemerintah, tapi cenderung mengabaikan kualitas,” kata Haji Saat—akrab mantan birokrat yang kini menjadi politisi kepada SAMAWAREA, Selasa (3/1).

Mantan Kadis PU itu mencontohkan pengerjaan jalan Pelita-Mokong yang hasilnya dinilai tidak maksimal. Bahkan bila dibandingkan dengan pengerjaan jalan Brang Rea-Sempe bahkan Lenangguar secara kasat mata sangat jauh perbedaannya. Padahal jenis proyek maupun standar bahan yang digunakan sama sesuai dengan ketentuan yang ada. “Kalau kita lihat bahan untuk jalan Pelita-Mokong cukup banyak lumpurnya. Ini harus diawasi. Jangan sampai di tempat lain juga seperti ini. Apalagi saat ini dalam masa kritis, karena dalam masa perpanjangan waktu pengerjaan. Makanya sangat penting ada monitoring. Jangan hanya melihat hotmixnya saja, tapi harus juga kita melihat bahu jalan dan lainnya,” kata mantan calon Bupati Sumbawa yang dijuluki pakar jalan tersebut.

Demikian dengan pengerjaan ruang rawat inap Klas III RSUD Sumbawa yang pengerjaannya molor. Dia berharap pengerjaan proyek tersebut tidak asal dikebut namun mengabaikan kualitas. “Ini harus jadi perhatian kita bersama. Apalagi dengan adanya penetapan status tanggap darurat oleh pemerintah daerah melalui BPBD belum lama ini. Jangan sampai pelaksana proyek berlindung di balik status itu,” tukasnya.

Baca Juga  Diplomat 9 Negara Belajar Kerukunan Beragama di Sumbawa

Haji Saat khawatir apabila pemerintah daerah melalui dinas teknis tidak serius menyikapi masalah ini akan berdampak pada proyek di tahun berikutnya. Terlebih sebagian proyek itu sumber anggarannya dari pusat karena hasil lobi. Apabila tidak maksimal, dikhawatirkan tidak ada lagi kepercayaan pusat di tahun berikutnya. (JEN/SR)

Foto: H. Asaat Abdullah saat berdiskusi dengan Bupati Sumbawa, H. Husni Djibril dan pimpinan DPRD Sumbawa, Kamaluddin, ST, M.Si.

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.