Desak Tuntaskan “Blok Sebasang Berdarah” Warga Datangi Kapolres

oleh -19 views
Ahmad Junaidi--Ketua Blok Sebasang bersama warga Moyo Hulu mendatangi Polres Sumbawa, Selasa, 3 Januari 2017

SUMBAWA BESAR, SR (03/01/2017)

Masyarakat Kecamatan Moyo Hulu sedikit kecewa dengan kinerja kepolisian dalam menangani kasus penganiayaan mantan Kepala Desa Marga, Ahmad Adam dan adiknya, Burhanuddin di kawasan Blok Sebasang, Kecamatan Unter Iwis, beberapa waktu lalu. Karenanya mereka mendatangi Polres Sumbawa untuk menanyakan sejauhmana perkembangan kasus yang dikenal dengasn sebutan “Blok Sebasang Berdarah” ini, Selasa (3/1) siang. Kedatangan warga termasuk dua orang korban tersebut dipimpin Ahmad Junaidi selaku Ketua Blok Sebasang. Mereka langsung disambut Kapolres Sumbawa AKBP Muhammad SIK dan Kasat Reskrim AKP Elyas Ericson SH SIK yang dilanjutkan dengan pertemuan di Ruang Rapat Terbatas (Rupatas).

Ditemui SAMAWAREA usai pertemuan, Ahmad Junaidi mengakui jika warganya salah sangka terhadap polisi. Dari pertemuan itu, ternyata polisi bekerja serius dan professional menangani kasus penganiayaan tersebut. Sesuai komitmen awal, polisi akan menuntaskan kasus penganiayaan itu secara tuntas dan komprehensif, termasuk mengawal lahan Blok Sebasang yang menjadi hak dari warganya. Salah satu buktinya telah ada penetapan dan penahanan terhadap seorang tersangka, yakni oknum Ketua BPD Desa Kerekeh Kecamatan Unter Iwis. “Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres, harapan kami semoga kasus ini diusut tuntas dan siapapun pelakunya harus diproses secara hokum,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Ahmad Adam (42)–mantan Kades Marga Karya Kecamatan Moyo Hulu dan adiknya, Burhanuddin (40) diserang sekelompok orang, 6 Desember 2016 lalu. Dalam penyerangan itu sekelompok orang dengan penutup wajah ini, menggunakan senjata tajam dan panah. Akibatnya Ahmad Adam menderita luka tebas di lengan kanan dan tertancap anak panah di punggung kanannya. Sedangkan Burhanuddin mengalami luka tebas di lengan kanan dan kirinya serta bagian kepalanya. Dalam kondisi bersimbah darah, keduanya dilarikan ke Rumah Sakit Rujukan Manambai Abdulkadir guna mendapat pertolongan medis. Keduanya diserang ketika sedang mengerjakan Jalan Usaha Tani (JUT) di kawasan Olat Maras, Desa Kerekeh, Kecamatan Unter Iwis. Korban didatangi sekitar 50 orang melarang pengerjaan jalan tersebut. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Wakapolres Sumbawa Diganti

No More Posts Available.

No more pages to load.