Dihadiri Panglima TNI, UNSA Mewisuda 636 Mahasiswanya

oleh -6 views

SUMBAWA BESAR, SR (30/12/2016)

Universitas Samawa (UNSA) kembali melahirkan sarjana baru. Kamis, 29 Desember kemarin, perguruan tinggi tertua dan terkemuka ini mewisuda 636 orang mahasiswanya terdiri dari strata satu (S1) dan Ahli Madya (Diploma). Acara Dies Natalis XVIII ini terbilang spesial, karena dihadiri para petinggi negara di antaranya Panglima TNI, Jenderal TNI. Gatot Nurmantyo dan Wakil Ketua DPR-RI, Fahri Hamzah SE. Ikut mendampingi, Bupati Sumbawa, HM. Husni Djbril B.Sc, Wakil Bupati Sumbawa H. Mahmud Abdullah dan sejumlah anggota Forkompinda Kabupaten Sumbawa.

jen-2

Rektor UNSA, Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, M.Pd mengatakan, UNSA dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan dalam mencetak sarjana dan sarjana muda yang akan berkonstribusi bagi daerah, bangsa dan negara. Banyak prestasi yang telah ditorehkan UNSA baik di tingkat daerah maupun nasional. Namun Ia tetap berharap kritik dan saran demi kemajuan UNSA ke depan, sebagai bentuk ikhtiar dalam mempercepat proses penegerian UNSA yang sudah diperjuangkan sejak Tahun 2010. “Terima kasih dan apresiasi kami kepada seluruh donatur yang telah membantu pengembangan UNSA di bidang SDM, melalui beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa dan para dosen untuk menempuh S2,” ucapnya.

jen-4

Sementara Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan pidato ilmiahnya berjudul “Mari Kita Berjuang dan Bergotong Royong Mewujudkan Indonesia Sebagai Bangsa Pemenang”. Indonesia katanya, kini terkepung dengan ancaman dari luar, Australia-AS di bagian timur dan Tiongkok di bagian barat. Di dalam negeri, bahaya narkoba dan aksi terorisme. Di bidang ekonomi, Indonesia harus mampu bersaing dalam ekonomi global karena merupakan salah satu negara ekuator yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Namun Bangsa Indonesia adalah bangsa pejuang. Dan pejuang negara ini merupakan patriot dan kesatria yang meraih kemerdekaan secara bergotong royong. “Segala tantangan dan hambatan itu harus dijawab oleh generasi bangsa sebagai penerus perjuangan ke depan dengan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa, gotong royong, serta mampu menangkal pengaruh-pengaruh bangsa luar yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan,” tandasnya. (JEN/SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Wujudkan City of Inovation, UTS Bangun Perumahan untuk Dosen dan Staf