Samapuin Diterjang Banjir, 2 Tewas, 18 Terluka

oleh -29 views

SUMBAWA BESAR, SR (29/12/2016)

Teriakan histeris dan tangisan menyayat hati terdengar pilu. Suara sirine meraung-raung dan bunyi kentongan bersahut-sahutan kian membuat masyarakat panik. Kondisi ini menyelimuti warga bantaran sungai di wilayah Kelurahan Samapuin Kecamatan Sumbawa saat banjir bandang menerjang, Kamis (29/12). Tim Taruna Siaga Bencana (TAGANA) dan para relawan Kampung Siaga Bencana (KSB) bergegas membantu warga. Mereka mengevakuasi sejumlah warga ke tenda-tenda pengungsian. Sebagian besar yang berhasil diselamatkan adalah anak-anak, orang tua jompo dan perempuan. Terbatasnya jumlah personil membuat evakuasi tidak berjalan maksimal. Banyak warga yang terperangkap, mengingat akses ke lokasi terputus. Hasil pendataan tim assesment TAGANA pasca bencana, tercatat 18 korban luka-luka dan 2 orang meninggal dunia. Untuk menangani para korban selamat, TAGANA membuka dapur umum lapangan. Sebab hari pertama kejadian, masyarakat membutuhkan makanan cepat saji, di samping pakaian dan selimut.

simulasi-banjirsimulasi-banjir-1

Keadaan yang menimpa masyarakat Samapuin ini bukan sungguhan melainkan simulasi penanganan bencana banjir. Simulasi tersebut digelar para Relawan Kampung Siaga Bencana “Pragas” Kelurahan Samapuin, yang diback-up instruktur dari TAGANA Sumbawa. Sebelum menggelar simulasi, para relawan menerima pembekalan dari Tim TAGANA dan Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa dalam kegiatan Penyuluhan Sosialisasi dan Simulasi Dalam Rangka Pengurangan Resiko Bencana (PRB), 27—29 Desember 2016. Kegiatan ini ditutup dengan melakukan gotong-royong membersihkan pinggiran sungai setempat yang dipenuhi sampah. Sebab sampah bisa menjadi penyebab terjadinya sedimentasi sungai yang kemudian airnya dapat  meluap menggenangi pemukiman.

Baca Juga  Air Keruh, Pelanggan Mengeluh

simulasi-banjir-2

Ketua TAGANA Sumbawa, Dedi Susanto membriefing relawan KSB
Ketua TAGANA Sumbawa, Dedi Susanto membriefing relawan KSB

Ketua TAGANA Sumbawa, Dedi Susanto S.Pd.I mengatakan, kegiatan sosialisasi dan simulasi pengurangan resiko bencana yang dilaksanakan relawan KSB ini merupakan upaya mitigasi bencana. Tujuannya selain mempersiapkan masyarakat dalam menghadapi bencana, juga meminimalkan dampak yang ditimbulkan bencana. “Mitigasi bencana ini merupakan tahapan pra bencana mencakup perencanaan dan pelaksanaan tindakan-tindakan untuk mengurangi resiko-resiko dampak dari suatu bencana yang dilakukan sebelum bencana itu terjadi, termasuk kesiapan dan tindakan-tindakan pengurangan resiko jangka panjang,” kata Dedi—akrab ia disapa.

Selama ini ungkapnya, masyarakat lebih banyak melakukan kegiatan pasca bencana daripada kegiatan sebelum bencana. Padahal, kegiatan sebelum bencana mampu mereduksi potensi bahaya atau kerugian yang mungkin timbul ketika terjadinya bencana. “Inilah dilakukan relawan Kampung Siaga Bencana berupa pendidikan peningkatan kesadaran bencana, latihan penanggulangan bencana dan membangun sistem sosial yang tanggap bencana, serta perumusan kebijakan-kebijakan penanggulangan bencana,” jelasnya.

Kabid Banjamsos Disos Sumbawa, Cendra Hastuti Nur S.Sos., MA menilai respon terhadap sesuatu yang berpotensi bencana harus dibangkitkan. Sikap dan kesadaran ini akan dapat membantu masyarakat ketika bencana terjadi. Sebab dengan sikap itu, jatuhnya korban ketika terjadi bencana dapat dihindari. “Sosialisasi dan simulasi adalah salah satu upaya untuk membangkitkan respon masyarakat agar terlibat aktif dalam upaya pengurangan resiko bencana. Minimal saat bencana dapat menolong diri sendiri dan keluarganya,” ujarnya.

Kadis Sosial, Tri Karyati S.Sos menutup kegiatan simulasi penanganan bencana
Kadis Sosial, Tri Karyati S.Sos menutup kegiatan simulasi penanganan bencana

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Sumbawa, Tri Karyati S.Sos menyambut positif upaya TAGANA dan KSB yang menginisiasi kegiatan tersebut. Ia menilai dari gambaran simulasi itu, masyarakat yang tergabung dalam Kampung Siaga Bencana (KSB) sudah mampu memberikan pertolongan pertama terhadap korban bencana. Melalui kegiatan itu diharapkan akan membangkitkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana yang bisa terjadi kapan dan dimanapun sehingga mampu meminimalisir resiko bencana. “Dari kegiatan ini kami harapkan dapat merumuskan strategi dalam pengurangan resiko bencana,” ucapnya seraya berharap musibah yang digambarkan dalam kegiatan simulasi tidak terjadi di Tana Samawa ini.(JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.