Blokir Jalan, Korban Banjir Bima Butuh Dapur Umum

oleh -12 views

KOTA BIMA, SR (25/12/2016)

Ratusan warga Desa Penaraga melakukan blokir jalan menuju Kantor Walikota Bima. Aksi yang dilakukan, Sabtu siang kemarin ini karena mereka tidak puas dengan penanganan korban banjir oleh pemerintah setempat. Sebab sudah beberapa hari pasca banjir bandang yang menerjang wilayah setempat, mereka kelaparan di tengah banjirnya bantuan yang diterima Pemkot Bima.

Yang mereka butuhkan hanya makanan cepat saji. Harusnya dapur umum dibuat di masing-masing kelurahan sehingga penanganannya bisa lebih cepat dan terjangkau. Meski sesekali datang bantuan dalam bentuk mie instan dan beras, bukan berarti tidak bermanfaat. Namun yang menjadi persoalan mereka kesulitan untuk mengolahnya membuat menjadi makanan siap santap. Sebab kompor dan peralatan dapur sudah basah, dan tidak setetespun tersedia minyak tanah. Untuk menggunakan kayu bakar tidak memungkinkan karena dalam kondisi basah. “Yang kami butuhkan adalah makanan cepat saji, selimut dan pakaian,” kata—warga Penaraga.

Korban banjir Penaraga
Korban banjir Penaraga: kami butuh makanan cepat saji

Keberadaan dapur umum di Kantor Walikota Bima dinilai tidak maksimal. Sebab dapur umum itu hanya bermafaat bagi korban banjir yang kerap datang ke sana. Sementara mereka yang jangkauannya cukup jauh tidak kebagian. “Kami minta dapur umum juga dibangun di lingkungan dekat kami agar penanganan korban banjir bisa merata dan tidak ada yang menangis dan tidak ada yang ketawa,” ujarnya.

Sementara Rusdin—Sekretaris PMI Kota Bima yang ikut mendampingi SAMAWAREA, menilai aksi warga dapat dimaklumi. Ia memahami warga saat ini membutuhkan makanan cepat saji. Hal itu sudah dilakukan PMI, namun juga tidak maksimal karena setiap nasi bungkus yang datang habis dirampas sehingga pembagiannya tidak merata dan tidak pernah cukup. “Kami terpaksa mengerahkan personil relawan lapis dua, ketika makanan yang dibawa lapis pertama diambil korban banjir, ada lapis kedua yang lolos membawa makanan untuk korban lainnya di bagian belakang,” kata Rusdin.

Baca Juga  Penyebab Banjir, Kades Taufik Minta Konstruksi Jembatan Lamenta Dirubah
warga Penaraga Blokir Jalan, protes tidak ada dapur umum dan bantuan yang tidak merata
warga Penaraga Blokir Jalan, protes tidak ada dapur umum dan bantuan yang tidak merata

Tapi menurut Rusdin, cara ini tidak bisa dilakukan terus menerus. Hal mengingat anggota relawan yang terbatas. Solusinya, pemerintah kota harus memperbanyak membangun dapur umum lapangan terutama di daerah terdampak seperti Penaraga, Lewirato, Kampung Melayu, Tanjung, Kampung Sumbawa dan lainnya.

Pantauan langsung SAMAWAREA, Sabtu (24/12) kemarin, aksi blokir yang sempat memacetkan arus lalulintas di sekitar Jembatan Penaraga ini, tidak berlangsung lama. Aparat dari kepolisian dan TNI turun ke lapangan selain melakukan pendekatan juga membawa bantuan air mineral dan berjanji akan mendistribusikan nasi bungkus. (JEN/SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.