Hujan Lebat Sejumlah Rumah Terendam, Belum Tanggap Darurat

oleh -4 views
Luapan drainase genangi pemukiman di Karang Goreng Kelurahan Samapuin

TAGANA Terus Melakukan Pemantauan 

SUMBAWA BESAR, SR (21/12/2016)

Curah hujan yang cukup tinggi disertai angin kencang dalam beberapa hari ini menyebabkan sejumlah tempat di wilayah Kota Sumbawa dan sekitarnya tergenang. Banyak rumah terendam, ruas jalan rusak akibat tergerus, pohon tumbang, dan jaringan listrik terganggu. Pantauan Tim Taruna Siaga Bencana (TAGANA) dan Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa sejak tadi malam, Lingkungan Karang Goreng Kelurahan Samapuin, tergenang. Air terlihat setinggi lutut orang dewasa. Kondisi yang sama juga terjadi di Sernu Kelurahan Lempeh, dan hingga Rabu (21/12) tadi air meluap menggenangi Kampung Mande Kelurahan Bugis. Kondisi ini tidak berlangsung lama, seiring dengan meredanya hujan, air berangsur-angsur surut.

TAGANA juga melakukan pemantauan di wilayah kecamatan di antaranya Kecamatan Moyo Utara dan Moyo Hilir, Labuan Badas dan Kecamatan Unter Iwis. Biasanya wilayah tersebut langganan banjir akibat luapan sungai. Namun dari pengamatan langsung di lapangan, kondisi aman. Kendati demikian, TAGANA selalu siap sedia untuk memberikan pertolongan pertama dan terdepan dalam meminimalisir resiko jika terjadi bencana banjir.

Tim Tagana memantau Sungai Moyo
Tim Tagana memantau Sungai Moyo

Ketua TAGANA Sumbawa, Dedi Susanto S.Pd.I didampingi Sekretarisnya, Tasdik yang ditemui SAMAWAREA di sela-sela pemantauan, Rabu (21/12), mengatakan, pemantauan ini sebagai bentuk kesiap-siagaan timnya dalam menyikapi cuaca yang saat ini perlu diwaspadai. Dari pantauan di dalam Kota Sumbawa, banyak rumah yang terendam. Luapan air ini tidak berasal dari sungai melainkan drainase lingkungan setempat. Misalnya di Karang Goreng dan Kampung Mande, debit air yang besar akibat intensitas hujan yang tinggi, tidak mampu ditampung drainase. Selain salurannya yang sempit, juga terjadi pendangkalan karena sampah yang menumpuk. Inilah yang menjadi penyebab air meluap hingga menggenangi pemukiman penduduk. Sedangkan di Sernu, nyaris tidak ada drainase sehingga aliran air hujan terjun bebas terutama kiriman dan luncuran dari Olat Rarang. Jika tidak ada upaya penanganan, kondisi ini akan terus terjadi di setiap musim hujan. Upaya yang dilakukan dalam waktu sementara ini adalah menggiatkan gotong royong, membersihkan sampah yang menumpuk terutama yang menjadi penyebab dangkal dan buntunya saluran drainase. “Ini butuh kesadaran dari masyarakat itu sendiri, karena bencana bisa terjadi karena kecerobohan dan ketidak pedulian kita terhadap lingkungan,” kata Dedi—akrab pria yang juga aktivis ini disapa.

Baca Juga  Siap Beroperasi, Kapal Cepat Datu Seran Express Tiba di KSB
pantauan Tagana di Sungai Moyo
pantauan Tagana di Sungai Moyo

Meski banyaknya rumah yang terendam akibat air yang tergenang, ungkap Dedi, pemerintah daerah belum menetapkan status tanggap darurat. Sesuai SOP, jika terjadi tanggap darurat, pihaknya langsung membuka posko, membangun tenda evakuasi dan dapur umum lapangan. “Ini sudah menjadi SOP kami, tanpa dikomando tim kami sudah terlatih. Tapi kami tetap menunggu perintah dari BPBD selaku institusi koordinatif melalui Dinas Sosial sebagaimana kesepakatan dalam rapat belum lama ini,” ucapnya.

Dan pemantauan sejumlah titik yang dilakukan TAGANA, lanjut Dedi, merupakan perintah langsung dari Sekda Sumbawa, dan hasilnya sudah dilaporkan kembali. “Sejumlah kecamatan yang kami pantau seperti Moyo Utara, Moyo Hilir, Kecamatan Badas dan Unter Iwis, masih dalam keadaan aman, air sungai masih normal. Pemantauan tetap kami lakukan dengan menempatkan personil di daerah hulu. Saat ada informasi kami langsung bergerak,” pungkasnya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.