Curi Ternak, Mertua dan Menantu Nyaris Dihakimi Massa

oleh -12 views

SUMBAWA BESAR, SR (21/12/2016)

Dua terduga pencuri ternak asal Kecamatan Plampang, SH dan MX, nyaris dihakimi massa. Beruntung mertua dan menantu ini cepat diamankan polisi, Rabu (21/12). Dari tangannya, polisi mengamankan 4 ekor sapi curian dan mobil Grandmax yang digunakan untuk mengangkut sejumlah ternak tersebut. Kasus pencurian ternak belakangan ini marak terjadi dan sangat meresahkan masyarakat di wilayah Kecamatan Labangka dan Plampang. Tidak heran jika mendengar ada pelaku pencuri ternak yang tertangkap massa berdatangan dan ingin menghakiminya. Situasi ini membuat personil Polsek Labangka diback-up Polsek Plampang bersikap sigap secepatnya mengevakuasi kedua terduga pelaku ini.

kasus-labangka-1

Kapolsek Labangka, IPTU I Ketut Suryana yang ditemui SAMAWAREA di ruang kerjanya menerangkan, kasus pencurian ternak ini terungkap bermula dari kecurigaan warga terhadap mobil Grandmax putih yang mengangkut empat ekor sapi sekitar pukul 02.30 dinihari. Kapolsek yang mendapat laporan bersama anggotanya melakukan pengejaran. Saat memasuki wilayah Plampang, pihaknya kehilangan jejak. Kapolsek langsung berkoordinasi dengan Polsek Lape dan membuahkan hasil. Mobil tersebut dicegat dan langsung mengamankan dua orang berinisial SH dan MX yang merupakan mertua dan menantu. Sedangkan seorang terduga pelaku berinisial J—warga Labangka 2 berhasil kabur. Polisi juga mengamankan mobil dan empat ekor ternak. Setelah ditelusuri ungkap Kapolsek, ternak itu adalah milik Wayan Darta warga Desa Jaya Makmur Labangka 5. Sesuai laporan polisi bernomor LP/2V/XII/SPKT/ Des 2016.Polsek Labangka tanggal 21 Desember 2016. “Kedua tersangka sudah diamankan ke Polres Sumbawa beserta mobil yang mengangkut ternak curian itu. sementara empat ekor sapi dititipkan pemeliharaannya kepada pemilik ternak,” jelas Suryana—akrab Kapolsek disapa.

Baca Juga  Jambret Marak
ternak curian yang disita polisi
ternak curian yang disita polisi

Berdasarkan hasil pengecekan, ternyata sapi yang dimuat oleh terduga pelaku menggunakan kartu ternak atas nama tersangka SH dan 3 kartu lainnya atas nama Noval. Masyarakat Plampang dan Labangka mempertanyakan keberadaan kartu tersebut di tangan tersangka dan berharap dapat ditelusuri pihak berwajib.

Pemilik ternak, Wayan Darta yang ditemui di Polsek Labangka menyatakan bahwa sapi miliknya itu diikat di kandang. Paginya saat dicek ternyata tinggal anaknya, empat sapi lainnya raib. Saat itu juga korban lapor ke polsek. “Terima kasih karena kesigapan polisi ternak saya ditemukan kembali,” ucap Darta. (BUR/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.