Mudzakara Rea LATS Lahirkan Puluhan Rekomendasi

oleh -19 views

SUMBAWA BESAR, SR (18/12/2016)

Diskusi para pemangku adat di Mudzakara Rea Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) yang berlangsung alot, berakhir Minggu (18/12) sore tadi. Dalam kegiatan yang telah dilaksanakan sejak Jumat (16/12) lalu dan dihadiri langsung Sultan Sumbawa, Dewa Masmawa Sultan Muhammad Kaharuddin IV ini, melahirkan rekomendasi yang ditujukan kepada internal LATS, pemerintah dan pemerintah daerah serta unsur terkait lainnya. Rekomendasi ini terbagi dalam 5 aspek yaitu Aspek Regulasi, Aspek Organisasi, Aspek Kebijakan (Sub Aspek Pendidikan dan Sub Aspek Kebudayaan), Aspek Kesejahteraan Sosial dan Ekonomi, serta Aspek lain-lain sebagai penguatan komitmen.

Rekomendasi yang dibacakan Agus Irawan Syahmi yang akrab disapa AIS selaku moderator ini di antaranya agar LATS berbadan hukum untuk menjamin kelancaran berbagai usaha dan kegiatan, dan dalam melakukan berbagai tindakan hukum serta memperluas bidang kegiatan selain adat dan kebudayaan tetapi juga pengembangan ekonomi, kesehatan pendidikan, dan pelatihan, riset dan lain-lain dengan cara yang berbasis filosofi kebudayaan Sumbawa dalam bentuk Yayasan atau lembaga yang diakui pemerintah.

Direkomendasikan kepada LATS agar di dalam AD/ART LATS yang berkaitan dengan struktur organisasi LATS dimasukkan Badan Penghargaan Kehormatan dan Gelar Adat yang bertugas melakukan kajian terhadap pemberian gelar kehormatan adat. Direkomendasikan kepada pemerintah daerah supaya menetapkan kebijakan dalam bidang pendidikan untuk memberlakukan penggunaan Kurikulum Muatan Lokal berbasis budaya Samawa pada semua jenis dan jenjang pendidikan. Meliputi Kurikulum Bahasa dan Sastra Daerah Samawa, Kurikulum Sejarah Daerah, Kurikulum Kesenian Daerah, Kurikulum Kerajinan Khas Daerah, dan Kurikulum Muatan Lokal berbasis lingkungan pesisir, dataran tinggi dan pertanian. Rekomendasi lainnya adalah meminta kepada pemerintah daerah untuk menetapkan kebijakan penggunaan pakaian adat Samawa dalam setiap upacara adat yang dilaksanakan di lingkungan masyarakat dan atau jika perlu pada acara resmi pemerintah seperti pada upacara Hari Kabupaten. Kemudian berharap agar pemerintah menertibkan administrasi beberapa lokasi tanah yang menjadi asset kesultanan. Direkomendasikan agar terus menggunakan motto daerah “Sabalong Samalewa” yang selama ini terkesan ditinggalkan dan memasyarakatkan kembali kandungan nilai yang terdapat di dalamnya.

Baca Juga  Besok, Admin “Rungan Samawa” Diperiksa Polisi

Selain melahirkan rekomendasi, Mudzakara Rea ini menetapkan kepengurusan Majelis Adat Tana Samawa. Para pengurus ini dipilih melalui rapat formatur yang terdiri dari 7 orang. Untuk Dewan Syara, terpilih Drs. H. Nadi Husain sebagai ketua, Ahmad Syaichu Rauf (Sekretaris) dan beberapa anggota seperti KH Zain Arrasyid, Drs H Nur Yasin, KH Syamsul Ismail LC, Zulkifli Daud, H Salim Husain, H Hasbullah, Dra Rodiah, dan lainnya. Dewan Pakar, Dr. Ir. H. Badul Munir (Ketua), Ir Iskandar (Sekretaris), Prof Dr Syaifuddin Iskandar M.Pd (Wakil Ketua), serta beberapa anggota di antaranya Dr Ikhsan, Dr Amri Rahman, Taufik Rahzen, Fahri Hamzah, Dr Zulkieflimansyah, Prof Idrus Abdullah, Prof. Suhubby Yasin, Dr. Syamsul Hidayat Dilaga, Nurdin Ranggabarani dan Manimbang Kahariadi, serta anggota lainnya. Selanjutnya Dewan Adat, Mustakim Biawan (Ketua), Muhammad Ikraman (Sekretaris) dan beberapa anggota seperti Fud Syaifuddin ST dan Adi Pranajaya, serta beberapa anggota lainnya. Dewan Penangar, Dinullah Rayes (Ketua), Lalu Mahmud A Majid (Sekretaris) beranggotakan HM Husni Jibril (Bupati Sumbawa), Dr. Ir. HW. Musyafirin (Bupati KSB), Bonyo Thamrin Rayes, H Umar Hasan, H Muh Amin SH M.Si (Wagub NTB). Kemudian Dewan Kehormatan langsung dipimpin Sultan Sumbawa Dewa Masmawa Sultan Muhammad Kaharuddin IV, Syukri Rahmat S.Ag (Sekretaris), AM Jihad (Bendahara), serta anggotanya, H. Mahmud Abdullah, Parewa Adat Kemutar Telu dan Parewa Adat Samawa.

Baca Juga  Terima Kiriman 2,3 Kg Ganja Asal Aceh, Tiga Pemuda Diringkus

Dalam sambutan penutupnya, Sultan Sumbawa mengatakan bahwa kepengurusan Majelis Adat Tana Samawa ini berjumlah 99 orang. Jumlah ini terbilang sakral karena sesuai dengan Asmaul Husna. Keberadaan orang-orang di dalam kepengurusan diharapkan produktif, bergerak dan menjadi ujung tombak. Mengenai kepengurusan Pariwa Adat Samawa, Sultan menyatakan akan ditentukan dalam minggu ini. Sultan meminta Ketua LATS Kabupaten Sumbawa Drs H Mahmud Abdullah untuk memimpin pertemuan tersebut. Sedangkan Pariwa Adat Kemutar Telu (KSB), melalui hak prerogatifnya, Ia kembali memilih Dr. KH. Zulkifli Muhadli MM. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb