Tunjang Sektor Budpar, Pemda Tingkatkan Peran LATS

oleh -11 views

SUMBAWA BESAR, SR (16/12/2016)

Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc membuka secara resmi Mudzakara Rea yang digelar Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) di Istana Dalam Loka, Jumat (16/12) malam. Musyawarah adat ini akan dilaksanakan selama tiga hari, 16—18 Desember 2016. Hadir dalam pembukaan tersebut di antaranya Sultan Sumbawa Dewa Masmawa Sultan Muhammad Kaharuddin IV, para pemangku adat Tana Samawa, Anggota Forkopimda, Ikatan Keluarga Sumbawa (IKS) dari berbagai daerah di Indonesia, dan para tokoh nasional dan daerah. Mengawali sambutannya, Bupati menyambut baik atas terselenggaranya Mudzakara Rea ini. Bupati meyakini mudzakara bukan hanya sekedar media diskusi dan argumentasi, tapi diharapkan mampu mengembangkan sebuah lembaga adat yang kompeten, adaptable, dan mempunyai semangat baru untuk melangkah lebih akseleratif kolaburatif dalam mewujudkan berbagai program kerja organisasi sekaligus sebagai salah satu mitra strategis pemerintah daerah dalam memacu pembangunan lima tahun ke depan. Sebagaimana pernah disampaikan Bung Karno ”Dalam ia menuju ke laut, sungai setia kepada sumbernya”. Bermitra, bekerjasama, bahu membahu membangun Kabupaten Sumbawa dengan dukungan Lembaga Adat Tana Samawa adalah keniscayaan untuk Sumbawa hebat dan bermartabat.

Lebih jauh dikatakan Bupati, sebagai penyelenggara otonomi daerah, mereka berkewajiban melindungi masyarakat, menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan nasional, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta melestarikan nilai sosial budaya. “Untuk itu, selaku kepala daerah kami mempunyai tugas dan kewajiban mengupayakan pengembangan dan pelestarian sosial budaya di Tana Samawa ini. Upaya melestarikan dan mengembangkan tradisi adat budaya di Tana Samawa merupakan bagian dari langkah untuk memelihara ketahanan budaya bangsa sebagai pilar dari ketahanan nasional,” ucapnya.

Baca Juga  Gubernur Apresiasi LPJ Parpol Raih WTP dari BPK

Seiring dengan semangat tersebut Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) memiliki potensi besar untuk berperanserta dalam pengembangan dan pelestarian adat budaya di Tana Samawa baik sebagai potensi pembangunan kepariwisataan secara umum. Tantangan kedepan semakin besar dengan semakin terbukanya arus informasi dan globalisasi. Tentu hal ini harus menjadi perhatian semua pihak, baik pemerintah daerah, lembaga-lembaga kemasyarakatan, maupun masyarakat Sumbawa secara umum. Jati diri Tau Samawa sebagai sebuah peradaban dalam lingkungan nusantara setiap masa mengalami tranformasi sesuai perkembangan. Sejarah masa lampau adalah sebuah renungan dan pelajaran bagi semuanya untuk menatap masa depan yang lebih baik tanpa kehilangan jati diri. Falsafah adat barenti ko syara’, syara barenti ko kitabullah, taket ko nene kangila boat lenge serta perilaku saling pedi, saling satingi, saling beri, adab edab boa ela, satemung pamendi ke panyadu adalah bagian dari jati diri tau Samawa yang tak lekang oleh waktu, dan harus kita pertahankan sampai kapanpun sepanjang masa.

Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc
Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc

Selain tantangan arus globalisasi yang juga merasuk ke seluruh elemen masyarakat, juga adanya tantangan untuk terus meningkatkan peran serta lembaga adat guna menunjang sektor kebudayaan dan kepariwisataan. Sebagaimana diketahui begitu gencarnya program kepariwisataan digenjot oleh pemerintahan saat ini guna menggerakkan sektor lainnya serta menjadikan sektor lainnya sebagai potensi pariwisata. Menjadikan kebudayaan dan pariwisata sebagai salah satu upaya meningkatkan kreativitas ekonomi masyarakat. Target kunjungan wisatawan yang terus ditingkatkan, tentunya harus diimbangi dengan pengembangan dan pelestarian obyek wisata baik wisata alam, wisata religi, wisata budaya maupun wisata cagar.

Baca Juga  Sangat Penting Tapi Disepelekan

Sebagai tau Samawa tentu harus berbangga dengan keberadaan istana dalam loka dan seluruh benda cagar budaya yang tersebar di seluruh Kabupaten Sumbawa. Destinasi inilah yang kemudian diharapkan mampu menjadi tulang punggung kebudayaan dan kepariwisataandaerah ini di masa mendatang. Bukan hanya sebagai simbol sebuah peradaban namun juga sebagai sebuah tradisi masyarakat yang telah berlangsung turun temurun sejak jaman Megaliticum, Hindu-Budha maupun jaman Keislaman yang sampai saat ini dipegang teguh sebagai sebuah kekayaan tradisi Tau Samawa.

Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif untuk bersama membangun masyarakat Sumbawa yang berdaya saing, mandiri dan berpebribadian berlandaskan semangat gotong royong. (JEN/SR)

No More Posts Available.

No more pages to load.