Sultan Minta LATS Perkenalkan Budaya Samawa di Forum Nasional

oleh -8 views

SUMBAWA BESAR, SR (17/12/2016)

Sultan Sumbawa, Dewa Masmawa Sultan Muhammad Kaharuddin IV, berharap Mudzakarah Rea yang dilaksanakan Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Tahun 2016, melahirkan konsepsi baru yang jauh lebih applytable untuk dilaksanakan bersama di Tana Samawa. Dengan konsepsi itu, masyarakat Samawa mampu memayungi dan melindungi golongan atau orang dari luar Samawa sehingga secara bersama bergerak dan menjunjung tinggi cita-cita LATS.

Hal ini sejalan dengan tema Mudzakara Rea yaitu “Revitalisasi Peran LATS dalam Mewujudkan Masyarakat yang Religius Modern dan Demokratis dalam Bingkai Krik Selamat Tau ke Tana Samawa. “Sub temanya ma mo tu sanadi nilai-nilai luhur adat budaya pang Samawa dadi parenti kalanes pang dalam katelas (Mari kita jadikan nilai-nilai luhur adat budaya Samawa sekaligus pegangan dalam hidup),” kata Sultan Sumbawa saat memberikan sambutan pada pembukaan Mudzakara Rea di Istana Dalam Loka, Jumat (16/12/) malam.

dari kanan ke kiri: Dr. KH. Zulkifli Muhadli, Sultan Sumbawa, Muhammad Ikraman, Fud SyaifuddinST (Wabup KSB), Nurdin Ranggabarani SH MH dan Drs. H.Mahmud Abdullah (Wabup Sumbawa)
dari kanan ke kiri: Dr. KH. Zulkifli Muhadli, Sultan Sumbawa, Muhammad Ikraman, Fud SyaifuddinST (Wabup KSB), Nurdin Ranggabarani SH MH dan Drs. H.Mahmud Abdullah (Wabup Sumbawa)

Mudzakarah Rea yang digelar sekali dalam 5 tahun dan kini sudah yang kedua kali ininya,  ungkap Sultan, memiliki posisi yang sangat strategis sebagai upaya memperteguh tekad dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), UUD 1945, dan Pancasila. Karena itu LATS harus memberikan konstribusi dan memiliki sikap tegas namun arif dan bijaksana ketika ada upaya yang akan mempengaruhi tekad tersebut. “Kita harus tegaskan bagian dari NKRI yang berbentuk republik dan mendukung berjalannya aparatur Republik Indonesia di Tana Samawa,” kata Sultan Sumbawa.

Baca Juga  Sultan Pontianak Sebut TGB Tokoh Pemersatu Bangsa

Sultan juga berharap LATS memperkenalkan seni budaya Samawa dalam forum nasional, lembaga adat dan pewaris kerajaan di seluruh Nusantara. “Inilah yang akan dibicarakan dalam forum diskusi atau Mudzakara Rea ini, apa kendala, apa yang ingin diperbarui, apa fokusnya, apa yang diraih untuk lebih maju dan apa yang akan dipercepat sesuai kondisi di Indonesia dan dunia,” imbuhnya.

Di bagian lain, Sultan menyinggung rekomendasi LATS yang disampaikan kepada pemerintah daerah. Menurutnya rekomendasi itu belum banyak dilaksanakan bahkan sangat minim. Hal ini disadari karena ada beberapa kendala. Selain soal rekomendasi, Sultan Muhammad Kaharuddin IV juga membeberkan isu pengrusakan lingkungan hidup seperti ilegal logging dan lainnya. Terkait hal ini LATS tidak bertindak sebagai pemerintah, melainkan membantu dalam menyadarkan masyarakat melalui pendekatan nilai agama dan adat istiadat Samawa. “Semoga dari Mudzakara ini ada formulasi yang altenatif dan aplikatif untuk masa yang akan datang,” demikian Sultan. (JEN/SR)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.