PLN Klarifikasi Padamnya Listrik di Area Sumbawa

oleh -51 views
PLTD Labuhan Sumbawa

SUMBAWA BESAR, SR (16/12/2016)

Kondisi listrik di wilayah Kabupaten Sumbawa dan sekitarnya terus menuai kecaman dan keluhan masyarakat. Pasalnya listrik kerap padam sehingga mengganggu aktivitas dan kenyamanan masyarakat selaku pelanggan. Puncaknya, Kamis kemarin, listrik padam dari pukul 03.00 dinihari hingga pukul 09.00 pagi. Terhadap kondisi itu, Manager PLN Area Sumbawa, Ahmad Syauki yang ditemui SAMAWAREA, menyampaikan permohonan maafatas belum optimalnya pelayanan. Pemadaman yang kerap terjadi belakangan ini diakui Syauki—akrab Ia disapa, bukan unsure kesengajaan. Seperti yang terjadi Kamis (15/12) kemarin itu, akibat gangguan mesin pembangkit di PLTD Labuhan Sumbawa. Sekitar pukul 02.00 dinihari, secara tak terduga kabel yang menghubungkan dua mesin besar putus. Seketika terjadi pemadaman di wilayah kota, menuju wilayah timur dari Lape hingga Kecamatan Empang. Sedangkan wilayah barat dari Utan, Alas dan Taliwang dalam posisi aman. Untuk memperbaikinya, Ia sendiri yang kebetulan berada di luar kota, membawa alat (terminating) dari Mataram. “Alhamdulillah sudah bisa kita selesaikan dan listrik normal kembali,” ucapnya.

Sejauh ini kapasitas mesin pembangkit milik PLN mencukupi yakni 36 MW. Bahkan sedikit melebihi beban puncak yang totalnya mencapai 35 MW. Meski demikian kondisi ini masih dirasakan pas-pasan. Karena ketika ada satu mesin yang mengalami gangguan sudah pasti akan ada pemadaman meski tidak pemadaman total.

Disinggung kerapnya listrik padam saat musim hujan meski tidak terlalu lebat, Syauki mengakuinya. Hal ini karena cadangan PLN sangat tipis. Meski demikian pihaknya tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik. Saat terjadi pemadaman, akan cepat diperbaiki, dan potensi gangguan akan selalu diantisipasi.

Baca Juga  Gubernur Bantu Warga Dompu Terdampak Puting Beliung

Bagaimana dengan wilayah kecamatan terutama desa yang lebih sering padam daripada di wilayah perkotaan ? Syauki tidak menampiknya. Menurutnya, kalau di desa, listriknya itu displaynya karena pusatnya berada di kota. Selain itu jaringannya melalui kota terlebih dahulu baru ke desa. Semakin panjang jaringannya akan semakin rentan terjadinya gangguan. Apalagi daerah yang rawan karena jaringan melewati pepohonan, hutan belantara dan sebagainya seperti ke arah Kecamatan Lenangguar. Biasanya pohon paling banyak yang menyebabkan terjadinya gangguan terutama di musim hujan. Untuk mengatasinya, terkadang tidak didukung sebagian masyarakat yang keberatan pohonnya dipangkas, karena pohon itu memiliki nilai ekonomis.

Kendala lainnya lanjut Syauki, adalah system distribusi. Pihaknya tidak diberikan ijin dan kewenangan untuk membayar ganti rugi ROW. Ini berbeda dengan saluran udara tegangan tinggi. Pihaknya diberikan kewenangan oleh pemerintah untuk mengganti rugi ROW-nya dengan biaya 10 persen dari nilai perhitungan Apraisal. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.