Bangun Jalan Samota, PU Dituding Serobot Lahan Warga

oleh -3 views

SUMBAWA BESAR, SR (14/12/2016)

Pembangunan jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sumbawa di wilayah Tanjung Menangis, menuai masalah. DPU dituding menyerobot lahan milik warga. Tudingan ini disuarakan dalam aksi demo yang dilakukan Front Pemuda Peduli Keadilan (FPPK) Sumbawa, Rabu (14/12). Massa FPPK mendatangi Kantor Bupati Sumbawa lalu berlanjut ke Gedung DPRD dengan pengawalan ketat puluhan aparat kepolisian.

Dalam orasinya, Korlap Abdul Hatap menuding PU melanggar aturan dengan membangun jalan di atas lahan milik Mulyadi tanpa seijin pemiliknya. Meski pemilik lahan menolak dibangun jalan, namun Dinas PU tetap memaksa. Sebenarnya masalah itu sudah dikomunikasikan dengan Dinas PU, tapi sampai sekarang belum ada penyelesaian. Karenanya massa mendesak untuk membongkar jalan yang membelah lahan milik Mulyadi. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi massa mengancam akan melakukan pemblokiran jalan dimaksud. Saat itu massa ditemui Kabag Humas dan Protokol Setda Sumbawa, Rachman Anshori M.SE. Kepada massa, Anshori menyatakan siap mendampingi massa untuk melakukan hearing di DPRD Sumbawa, sekaligus menfasilitasi pertemuan dengan Bagian Aset Setda Sumbawa dan Dinas PU Sumbawa.

Dalam hearing yang dipimpin langsung Ketua DPRD Sumbawa, Lalu Budi Suryata SP, hadir Lurah Brang Biji, Asisten II, Kabag Aset dan Kadis PU Sumbawa. Terhadap tuntutan massa ini, Lurah Brang Biji, Lukman Muhktar SH mengatakan, awalnya dia mengetahui bahwa tanah yang akan digunakan jalan SAMOTA semua bersertifikat. Kemudian ada pertemuan dengan para pihak tertanggal 26 Juli 2016, yang hasilnya semua menyetujui jalan tersebut untuk diluruskan. Sebelum jalan itu diaspal, Lurah mengaku sudah melakukan pertemuan dengan Asisten II, 26 Agustus 2016 terkait dengan penyelesaian pemerintah dan pemilik lahan.

Baca Juga  Bawa shabu dari Aceh, Jaringan Antar Provinsi Dibekuk di Praya

Ditambahkan Asisten II, Drs H Didi Darsani yang mengaku pernah menyampaikan permasalahan itu ke Sekda Sumbawa dan membahas solusi alternatif jalan tersebut. Dinas PU pun menyatakan bahwa jalan tersebut sudah ada dalam peta Jalan Samota. Sementara Kadis PU, Ir. A Rahim memberikan klarifikasi jika pembangunan badan jalan itu sudah didahului adanya badan jalan sejak tahun 2009. “Kami tidak mungkin membuat jalan tanpa didahului adanya badan jalan,” akunya.

Terkait hal itu, Ketua DPRD Sumbawa, Lalu Budi Suryata mengatakan, seharusnya pemerintah tidak membuat akses jalan di atas tanah bersertifikat milik Mulyadi. Dinas PU harus mencari alternatif lain sehingga tidak terjdi permasalahan. Budi pun meminta agar masalah itu segera diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.